KLIK SAJA - Ketika berbicara tentang pembangunan nasional, banyak orang langsung terbayang infrastruktur, investasi asing, atau kebijakan fiskal.
Padahal, ada satu faktor yang kerap luput dari perhatian yaitu kesejahteraan pekerja.
Pekerja bukan sekadar roda ekonomi—mereka adalah penggerak utama kemajuan bangsa.
Tanpa perlindungan sosial yang kuat, pembangunan ekonomi akan rapuh di tengah ketidakpastian.
Baca Juga: Mendorong Literasi Keuangan di Pedalaman Papua: Perjuangan Guru Hamjah Lewat Kemitraan AgenBRILink
Itulah sebabnya keberadaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menjadi sangat penting.
Lembaga ini tidak hanya memberikan jaminan bagi pekerja formal, tetapi juga terus memperluas perlindungan bagi jutaan pekerja informal yang selama ini terabaikan.
Dari Pabrik ke Pasar, Perlindungan Harus Menjangkau Semua
Di Jakarta, penulis berbincang dengan Ricky Suhendar, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cikini.
Ia menuturkan bahwa kini BPJAMSOSTEK gencar menyasar pekerja informal melalui program **Bukan Penerima Upah (BPU)**.
“Kami ingin memastikan bahwa perlindungan sosial tidak hanya untuk karyawan kantor. Tukang ojek, pedagang, nelayan, bahkan pekerja lepas juga berhak mendapat jaminan keselamatan dan masa depan,” ujar Ricky (wawancara, 10 Oktober 2025).
Langkah ini menunjukkan bahwa konsep perlindungan kini semakin inklusif.
Negara hadir untuk semua, bukan hanya bagi mereka yang memiliki slip gaji.