nasional

Menkeu RI Soroti Geliat Pemulihan Ekonomi, Bukti Recovery Muncul dari Peningkatan Permintaan Sambungan Listrik di Berbagai Daerah

Senin, 20 Oktober 2025 | 04:07 WIB
Menkeu RI Soroti Geliat Pemulihan Ekonomi, Bukti Recovery Muncul dari Peningkatan Permintaan Sambungan Listrik di Berbagai Daerah (Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja. (Dok. Kemenkeu))

Namun efek ini lebih cepat dirasakan oleh kelas menengah yang bekerja di sektor formal, bukan oleh anak muda yang baru mencari pekerjaan.

Angka Pengangguran Anak Muda RI

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan tingkat pengangguran terbuka usia muda mencapai 16,16 persen pada Februari 2025.

Artinya, dari 100 orang berusia 15 hingga 24 tahun yang aktif di pasar kerja, sekitar 16 orang di antaranya masih menganggur.

Baca Juga: Upaya Efisiensi dan Penghematan BGN Dapat Apresiasi Langsung dari Presiden Prabowo di Acara Wisuda UKRI

Di sisi lain, terdapat angka pengangguran generasi muda atau Gen Z masih menjadi bayang panjang yang belum terurai.

Terlebih, di saat Menkeu Purbaya mengaku tengah menyiapkan berbagai stimulus untuk menumbuhkan perekonomian hingga 5,5 persen pada kuartal IV pada 2025, anak muda justru masih bergelut dengan fakta, lebih dari 15 persen dari mereka belum memiliki pekerjaan.

Kondisi ini memperlihatkan jurang antara proyeksi optimistis kebijakan makro dan realitas di lapangan.

Gen Z Masih Terjebak di Lingkar Pengangguran

Dalam kesempatan berbeda, anggota Aliansi Ekonom Indonesia, Vivi Alatas pernah menjelaskan tingkat pengangguran muda selama hampir satu dekade terakhir tidak banyak berubah.

“Pengangguran usia 15 sampai dengan 24 tahun, selama 2016 sampai dengan 2024 selalu di atas 15 persen,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, pada Selasa, 10 September 2025.

Vivi menambahkan, lebih dari 25 persen anak muda Indonesia tidak produktif karena tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Melanda Ruang Panel RS Hermina Bekasi, Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa

Kondisi ini disebut sebagai fenomena yang menghambat bonus demografi dan memperlebar kesenjangan sosial.

Berdasarkan data Sakernas 2018 hingga 2024, 80 persen lapangan kerja baru berasal dari sektor berbasis rumah tangga dengan upah rendah dan tanpa jaminan sosial.

Halaman:

Tags

Terkini