KLIK SAJA - Masyarakat Indonesia kini sedang menyoroti kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hanya beberapa jam setelah jam makan siang, para siswa mulai mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah.
Kondisi sekolah yang semula normal berubah menjadi panik.
Para siswa satu per satu harus dilarikan ke puskesmas, rumah sakit, atau posko darurat untuk mendapatkan perawatan medis.
Jumlah korban pun meningkat drastis.
Awalnya hanya belasan, lalu menjadi puluhan, hingga akhirnya mencapai ratusan orang menjelang tengah malam.
Peningkatan jumlah korban yang cepat ini membuat para tenaga medis kewalahan.
Orang tua yang mendatangi lokasi kejadian juga tidak bisa menahan kekhawatiran saat melihat anak-anak mereka terbaring lemas di rumah sakit.
Berkaca dari hal itu, Program MBG yang seharusnya membawa harapan untuk memperbaiki gizi siswa justru menorehkan luka bagi sebagian anak sekolah di KBB.
Terkini, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi juga telah menanggapi ihwal kasus keracunan imbas menu program MBG yang diduga tak layak konsumsi di wilayahnya.
Baca Juga: DPR Usulkan Ganti MBG Jadi Bantuan Tunai, Istana Tegaskan Konsep Sekarang Paling Tepat
Dalam hal ini, Dedi menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait Program MBG di lingkungan sekolah, terkhusus di wilayah KBB.
“Ya kita gini deh, saya minggu depan mengundang kepala MBG yang membidangi di wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi secara paripurna," ujar Dedi kepada awak media di Bandung, pada Selasa, 23 September 2025.