Kronologi Keracunan Massal di Cipongkor: Puluhan Siswa Jatuh Sakit Usai Makan Siang Program MBG, Jumlah Korban Terus Bertambah

photo author
- Selasa, 23 September 2025 | 20:06 WIB
Kronologi Keracunan Massal di Cipongkor: Puluhan Siswa Jatuh Sakit Usai Makan Siang Program MBG, Jumlah Korban Terus Bertambah (Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus ratusan siswa keracunan massal imbas program MBG di Kabupaten Bandung Barat. (Instagram.com/@dedimulyadi71))
Kronologi Keracunan Massal di Cipongkor: Puluhan Siswa Jatuh Sakit Usai Makan Siang Program MBG, Jumlah Korban Terus Bertambah (Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus ratusan siswa keracunan massal imbas program MBG di Kabupaten Bandung Barat. (Instagram.com/@dedimulyadi71))

"(Hal ini) secara terbuka agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana awal mula atau kronologi kejadian nahas yang menimpa ratusan siswa di KBB imbas menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Lonjakan Korban dalam Hitungan Jam

Peristiwa bermula pada Senin, 22 September 2025, ketika 15 siswa dilaporkan sakit setelah menyantap menu MBG.

Baca Juga: Buat Pencari Kerja! Ayo Ikutan Jakarta Pusat Job Festival 2025 Mulai 30 September, Cek Disini Lengkapnya!

Hanya dalam beberapa jam, jumlahnya meningkat tajam. Malam harinya, diketahui total korban mencapai 352 orang dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, MTs, SMP hingga SMK.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut hingga Selasa dini hari korban terus berdatangan.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” ujar Hendra di Bandung, pada Selasa, 23 September 2025.

Status Kejadian Luar Biasa

Dalam kesempatan berbeda, Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail langsung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demi mempercepat penanganan.

Posko darurat dibuka di GOR Cipongkor, sementara puluhan siswa lainnya dirawat di Puskesmas, RSUD Cililin, hingga RSIA Anugrah.

“Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh,” kata Jeje kepada awak media di Cipongkor, KBB, pada Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Video Dugaan Pemukulan Pengemudi Ojek Online oleh Oknum TNI di Pontianak, Akhirnya Berakhir Damai

Jeje menambahkan, gejala yang dialami siswa seragam: mual, muntah, dan pusing. Hingga Selasa pagi, total korban bahkan meningkat menjadi 364 siswa.

Meski begitu, sebagian besar berangsur pulih. “Tadi ada sekitar 225 yang sudah dipulangkan. Jadi semoga semuanya bisa cepat pulih,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X