nasional

Fenomena "Tot Tot Wuk Wuk" Jadi Bentuk Protes Masyarakat Terhadap Maraknya Penggunaan Alat Prioritas Tanpa Dasar Hukum

Sabtu, 20 September 2025 | 12:13 WIB
Fenomena "Tot Tot Wuk Wuk" Jadi Bentuk Protes Masyarakat Terhadap Maraknya Penggunaan Alat Prioritas Tanpa Dasar Hukum (Potret sindiran ‘Tot Tot Wuk Wuk’ terkait simbol prioritas yang dinilai mengganggu para pengguna jalan raya di Indonesia. (X.com/@Rudi_Komunita))

KLIK SAJA - Fenomena "Tot Tot Wuk Wuk" yang viral di media sosial menjadi bentuk sindiran masyarakat terhadap maraknya penggunaan sirene dan lampu strobo yang tidak sesuai aturan.

Meskipun terdengar lucu, istilah ini mengandung kritik tajam atas penggunaan alat-alat tersebut untuk kepentingan pribadi.

Banyak pengguna jalan mengeluhkan penggunaan sirene dan strobo yang tidak pada tempatnya, terutama saat terjadi kemacetan, karena dianggap membahayakan.

Di kota-kota besar, sering kali terlihat kendaraan sipil atau rombongan tertentu menggunakan lampu berkedip dan sirene yang meraung, seolah sedang dalam misi darurat.

Baca Juga: Genjot Ekonomi Nasional, Kemendag Rancang Tiga Strategi Perdagangan untuk Naikkan Ekspor UKM dan Perluas Pasar Global

Padahal, dalam banyak kasus, penggunaan alat prioritas ini tidak memiliki dasar hukum atau alasan mendesak.

Hal tersebut kemudian melahirkan ungkapan satir “Stop Tot Tot Wuk Wuk”, sebagai sindiran terhadap penyalahgunaan simbol prioritas di jalan raya.

Tidak hanya jadi bahan pembicaraan, fenomena ini menjelma menjadi gerakan kecil di kalangan masyarakat.

Sejumlah pengendara bahkan memasang stiker bertuliskan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di kendaraan mereka sebagai bentuk protes terhadap perilaku arogan di jalan.

Terkini, warganet ramai-ramai menegaskan ihwal sirene dan strobo seharusnya hanya diprioritaskan untuk kendaraan darurat, yakni ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar).

Kedua kendaraan itu memang secara hukum memiliki hak istimewa untuk melintas lebih dulu karena menyangkut nyawa dan keselamatan publik.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Sejuta Lapangan Kerja Baru di Akhir Tahun 2025 Melalui Program Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

Lantas, bagaimana tanggapan sejumlah pihak terkait atas fenomena stop "Tot Tot Wuk Wuk" yang viral di media sosial. Berikut ini ulasan selengkapnya:

1. Istana ke Pejabat: Jangan Semena-mena

Halaman:

Tags

Terkini