KLIK SAJA - Sejak didirikan pada 11 September 1945, Radio Republik Indonesia (RRI) tetap setia mengudara hingga saat ini.
Meskipun berbagai media canggih terus bermunculan, eksistensi radio milik pemerintah ini tetap bertahan.
Di balik perjalanan panjang RRI yang kini berusia 80 tahun, ada delapan sosok penting yang berjasa besar dalam pendirian dan keberlanjutannya.
1. Jusuf Ronodipoero, Sang Penyiar Proklamasi
Meskipun namanya jarang tercatat dalam buku sejarah, Jusuf Ronodipoero memiliki peran sangat penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Simak Disini! 6 Keputusan DPR Menjawab Tuntutan 17+8, Salah Satunya Stop Kunjungan Kerja Luar Negeri
Pria kelahiran Salatiga, 30 September 1919, ini adalah sosok yang menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan melalui radio pada malam 17 Agustus 1945, beberapa jam setelah naskah aslinya dibacakan oleh Soekarno.
Aksinya ini membuatnya disiksa secara fisik oleh Jepang, namun ia berhasil selamat.
Setelah itu, Jusuf berkumpul dengan para aktivis radio lainnya untuk mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI).
Ia juga dikenal sebagai pencipta slogan legendaris RRI, “Sekali di udara tetap di udara.”
2. Mangkunegoro VII, Pendiri Radio Pribumi Pertama Indonesia
Mangkunegoro VII, yang terlahir dengan nama Raden Mas Soerjosoeparto, merupakan tokoh penting di balik sejarah penyiaran Indonesia.
Ia adalah pendiri radio pribumi pertama di Indonesia, yaitu Solosche Radio Vereniging (SRV), yang mengudara dengan program berbahasa Jawa.