KLIK SAJA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menunjukkan komitmennya dalam membangun persatuan dan kedamaian bangsa melalui sebuah kegiatan yang sarat makna.
Dengan tema "Doa dan Cinta dari Insan Pemasyarakatan untuk Indonesia," Lapas menggelar doa bersama secara serentak, yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan warga binaan.
Acara ini berlangsung khidmat di dua tempat berbeda, yaitu di Masjid At-Taubah dan Gereja Oikumene Immanuel, menunjukkan sinergi keberagaman yang kuat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi, diawali dengan shalat duha berjamaah yang diikuti oleh Kalapas Fonika Affandi, pejabat struktural, dan seluruh warga binaan Muslim di Masjid At-Taubah.
Baca Juga: Peter Zaffino Ungkap Rahasia di Balik Penyelamatan AIG, Berawal dari Perubahan Budaya Perusahaan
Di saat yang bersamaan, para jemaat Kristen juga berkumpul di Gereja Oikumene Immanuel untuk memanjatkan doa dan puji-pujian.
Suasana haru dan penuh ketulusan terasa di seluruh penjuru Lapas.
Masing-masing kelompok berdoa dengan khusyuk sesuai keyakinan mereka, namun dengan satu tujuan yang sama: mendoakan keselamatan dan kebaikan untuk bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya yang penuh pesan, Kepala Lapas Fonika Affandi menekankan bahwa rasa persatuan adalah kunci utama dalam memajukan negeri.
Ia mengingatkan para peserta bahwa kebaikan suatu bangsa tidak akan pernah terwujud tanpa adanya harmoni dan rasa kekeluargaan di antara seluruh elemen masyarakat.
"Jangan sampai kita tercerai-berai. Mari bersama memanjatkan doa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah Ta'ala, diberikan keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat," ujarnya, menyentuh hati para hadirin.
Kegiatan ini merupakan respons langsung terhadap instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menginisiasi doa serentak di seluruh Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan dari peran Lapas sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga spiritual para warga binaan.