nasional

Dua Remaja Papua Ceritakan Perjuangan Fisik dan Kebanggaan Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Nasional

Kamis, 14 Agustus 2025 | 22:15 WIB
Dua Remaja Papua Ceritakan Perjuangan Fisik dan Kebanggaan Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Nasional

KLIK SAJA - Dua pelajar dari Papua, Franciscus Sakfiris Pahabolisage dari Provinsi Papua Pegunungan dan Stincek Laramiapa dari Provinsi Papua Tengah, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka.

Franciscus, siswa SMA Negeri 1 Wamena, merasa sangat senang karena kini ia dapat melihat langsung suasana di Istana yang sebelumnya hanya bisa disaksikannya melalui televisi.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa bertemu langsung dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Franciscus menceritakan bahwa proses seleksi yang ia lalui, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, tidaklah mudah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sesalkan Sikap Arogansi Bupati Pati Sadewo

Salah satu tantangan terberat baginya adalah mempersiapkan fisik, karena ia tidak terbiasa melakukan latihan fisik seperti lari, push up, dan sit up secara rutin.

“Belum pernah lari, push up, dan sit up, jadi makanya pas tes langsung kage. Larinya oh begini, lapangannya besar sekali. Jadi kaget, fisiknya langsung kayak kaget langsung,” ucap dia.

Sementara itu, Stincek menyampaikan ia akan berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara, terutama di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Pesan saya untuk Bapak Presiden adalah saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengibarkan bendera pusaka dengan hasil yang maksimal nanti saat hari H, dan saya akan membanggakan negara kita,” katanya.

Stincek menuturkan ia sempat ragu bisa lolos hingga ke tingkat nasional.

Namun, kini ia senang karena akhirnya bisa menjadi bagian dari Paskibrakan Nasional dan mengenal teman-teman lain dari berbagai provinsi dalam perayaan HUT RI.

Baca Juga: Cek Disini! Tahapan dan Mekanisme Formasi PPPK Paruh Waktu 2025

“Awalnya kan kita belum saling mengenal. Kita dari berbagai provinsi, 38. Saling kenal di sini, pas udah mulai pelatihan itu, kita mulai, oh begini caranya, harus kompaknya begini, tidak boleh begini. Kita harus memahami satu sama lain, fokus ke diri sendiri, tapi harus juga ke tim. Jadi harus saling memahami. Untuk sampai pengibaran nanti, kita harus tetap kompak dan mempunyai rasa kebersamaan yang kuat,” ujar dia.

Dia pun tidak memungkiri ada rasa gugup dalam dirinya untuk tampil saat 17 Agustus nanti. Di lain sisi, Stincek merasa bahagia karena bisa bertemu dengan Presiden secara langsung.

Halaman:

Tags

Terkini