nasional

Menu MBG SDN Rawa Buntu 03 Berlendir dan Tak Layak Konsumsi: Alarm Bahaya di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 24 Juli 2025 | 04:01 WIB
Pihak Sekolah SDN Rawa Buntu 03 perlihatkan kondisi menu MBG yang tak layak konsumsi (lensa metro)

“Maaf, itu sudah minggu lalu, sudah selesai pak,” ucap Amir ketika ditanya lebih lanjut.

Senada dengan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Didin Sihabudin, menyatakan bahwa persoalan ini sudah dikomunikasikan dan dianggap selesai.

“Sudah selesai dan sudah dikomunikasikan dengan SSPG dan sekolah,” ujar Didin.

Namun, apakah penyelesaian administrasi berarti masalah ini sungguh tuntas?

Kasus di SDN 03 Rawa Buntu hanyalah salah satu dari sekian banyak laporan serupa yang mulai bermunculan di berbagai daerah.

Kualitas makanan buruk, menu tidak sesuai standar gizi, dan sistem distribusi yang tidak tepat sasaran menjadi pola masalah yang terus berulang.

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan.

Program MBG bukan hanya soal membagikan makanan secara gratis — ini tentang amanah negara untuk memastikan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.

Ketika makanan yang diberikan justru tidak layak konsumsi dan tak bergizi, maka itu sama saja dengan meracuni anak-anak secara sistematis.

Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh, dari hulu ke hilir. Mulai dari penganggaran biaya yang harus transparan, sistem pengadaan vendor yang adil dan kompeten, hingga sistem kontrol kualitas makanan sebelum dikirim ke sekolah.

Tidak cukup hanya menerima laporan dan mengklaim masalah telah selesai — perlu ada pengawasan ketat dan keterlibatan aktif dari masyarakat, sekolah, hingga orang tua murid.

Jika tidak, maka Program Makan Bergizi Gratis ini justru dapat berpotensi menjadi bumerang besar bagi masa depan pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia.

Satu porsi makanan basi yang dibagikan kepada siswa hari ini bisa menjadi satu langkah mundur bagi masa depan bangsa.

Pemerintah seharusnya perlu mendengar suara dari lapangan, bukan hanya laporan di atas kertas.

Reformasi Program MBG adalah kebutuhan mendesak — bukan hanya untuk memperbaiki, tapi mungkin juga mempertimbangkan untuk menghentikan sementara jika tidak mampu menjamin kualitas dan keamanan makanan yang diberikan.

Halaman:

Tags

Terkini