Menu MBG SDN Rawa Buntu 03 Berlendir dan Tak Layak Konsumsi: Alarm Bahaya di Balik Program Makan Bergizi Gratis

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 24 Juli 2025 | 04:01 WIB
Pihak Sekolah SDN Rawa Buntu 03 perlihatkan kondisi menu MBG yang tak layak konsumsi (lensa metro)
Pihak Sekolah SDN Rawa Buntu 03 perlihatkan kondisi menu MBG yang tak layak konsumsi (lensa metro)

KLIK SAJA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam.

Di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, insiden demi insiden justru memperlihatkan sisi gelap dari program yang seharusnya menjadi tonggak perbaikan kesehatan generasi muda.

Kasus terbaru terjadi di SDN Rawa Buntu 03, Kota Tangerang Selatan, di mana makanan yang dibagikan kepada siswa dinyatakan tidak layak konsumsi bahkan dinilai kurang memenuhi standar gizi.

Pada Kamis, 17 Juli 2025, pihak sekolah menerima menu berupa tahu isi. Namun, bukan gizi yang didapat, melainkan keluhan dari siswa karena makanan dalam kondisi berlendir dan berbau tak sedap.

Kepala Sekolah Amir Mahmud mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa enggan menyentuh makanan tersebut karena teksturnya lembek dan terasa seperti makanan basi.

“Setelah diperiksa, ternyata memang tahu isinya dalam kondisi lembek dan basah, seperti sudah basi. Anak-anak enggan memakannya karena rasanya juga tidak enak,” ungkap Amir saat dikonfirmasi Rabu (23/7).

Keluhan ini bukan yang pertama, dan bukan pula satu-satunya.

Dimana dari total sembilan kali pengiriman menu MBG ke sekolah tersebut, Amir mencatat tidak satu kali pun siswa menerima menu utama berupa nasi.

Sebaliknya, menu yang datang lebih menyerupai makanan ringan seperti roti, biskuit, lontong, bahkan burger instan.

Pertanyaan besar pun muncul: apakah makanan seperti ini benar-benar bergizi dan layak disebut sebagai bagian dari program “Makan Bergizi Gratis”?

“Kami tidak tahu apakah makanan seperti itu sehat untuk anak-anak. Sayang sekali, banyak makanan akhirnya dibuang,” lanjut Amir.

Ironisnya, pada hari kejadian tidak ada pengiriman lanjutan dari penyedia MBG. Sekolah terpaksa menerima apa yang ada, walau faktanya makanan tersebut tidak layak dikonsumsi.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan baru di kalangan siswa.

Pihak sekolah mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional Satgas Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Kota Tangsel. Namun sayangnya, tanggapan yang diterima cenderung meremehkan masalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X