nasional

Mulai 14 Juli, Seratus Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di Berbagai Wilayah, Siap Tampung 10.000 Siswa

Selasa, 8 Juli 2025 | 08:09 WIB
Mensos Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat (Kemensos)

KLIK SAJA – Terhitung mulai 14 Juli 2025, sebanyak 100 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Hal ini merupakan tahap pertama dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan bahwa persiapan Sekolah Rakyat tahap pertama hampir rampung.

"Untuk tahap satu ada 100 lokasi Sekolah Rakyat. Insya Allah ini akan mulai beroperasi pada tanggal 14 Juli," kata Mensos saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (7/7/2025).

Dari 100 lokasi tersebut, 63 bangunan sudah sepenuhnya siap digunakan. Sementara 37 lainnya masih dalam tahap akhir renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan ditargetkan selesai sebelum akhir Juli.

Tahap pertama ini dirancang untuk menampung total 9.755 siswa, dengan kebutuhan tenaga pendidik sebanyak 1.554 guru dan 3.390 tenaga kependidikan.

Mensos juga memastikan bahwa proses seleksi untuk seluruh siswa, guru, dan tenaga pendukung sudah rampung.

Sementara itu, untuk tahap kedua, Kementerian PU tengah menyurvei 202 lokasi yang diajukan.

Jika 100 titik disetujui, maka Sekolah Rakyat tahap dua akan menampung lebih dari 10.000 siswa, dengan kebutuhan tambahan 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan.

Lebih lanjut, Gus Ipul—sapaan akrab Mensos—menyatakan bahwa seluruh bangunan yang digunakan pada tahap pertama dan kedua merupakan bangunan eksisting, baik milik pemerintah maupun lembaga lainnya.

Namun, ia menyebutkan bahwa tahun depan akan mulai dibangun gedung permanen untuk Sekolah Rakyat di 100 titik.

Meski program ini patut diapresiasi karena menyasar akses pendidikan bagi masyarakat secara luas, pemerintah juga perlu mendapat masukan kritis.

Masih banyak sekolah yang telah lama berdiri, terutama di daerah-daerah terpencil dan tertinggal, yang kondisinya memprihatinkan.

Infrastruktur dasar seperti atap bocor, dinding rusak, sanitasi buruk, hingga minimnya fasilitas belajar menjadi realita harian bagi banyak sekolah negeri.

Halaman:

Tags

Terkini