KLIK SAJA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi penting mengenai lokasi penambangan nikel PT GAG Nikel yang sempat viral di media sosial, khususnya terkait keberadaannya di Raja Ampat.
Bahlil memastikan bahwa lokasi penambangan tersebut cukup jauh dari area-area wisata populer di Raja Ampat.
"Di beberapa media yang saya baca, ada gambar yang diperlihatkan itu seperti di Pulau Piaynemo, itu pulau pariwisatanya Raja Ampat, saya sering di Raja Ampat," ujar Bahlil kepada media di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada 5 Juli 2025 lalu.
Ia menjelaskan lebih lanjut, "Nah, Pulau Piaynemo dengan Pulau Gag itu kurang lebih sekitar 30 km sampai 40 km dan di wilayah Raja Ampat itu."
Bahlil juga meyakinkan bahwa wilayah Raja Ampat memang membentang luas hingga mendekati Maluku, memberikan konteks geografis yang lebih luas terkait lokasi penambangan tersebut.
“Betul (Raja Ampat) wilayah pariwisata yang harus kita lindungi tapi luas wilayah pulau-pulau Raja Ampat itu sampai ada berdekatan Maluku Utara,” jelasnya.
Bahlil kemudian menjabarkan bahwa di Raja Ampat ada pulau yang memang digunakan untuk konservasi, pariwisata, dan penambangan.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga telah mengunjungi Pulau Gag, Raja Ampat, Sorong, Papua Barat, Sabtu, 7 Juni 2025.
Sesuai janjinya, Bahlil mendatangi sendiri lokasi yang kini tengah viral untuk memastikan kondisi Pulau Gag.
Dalam kunjungannya, Bahlil disambut oleh masyarakat adat Pulau Gag dan memintanya untuk melanjutkan operasional PT GAG Nikel.
Bahlil pun menegaskan bahwa kedatangannya untuk memastikan semua operasional PT GAG Nikel berjalan sesuai dengan semestinya tanpa merusak alam.***