Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan sosial secara lebih terarah dan efisien, sekaligus menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi.
Diskon tarif listrik mungkin batal, namun semangat pemerintah untuk melindungi kelompok rentan tetap menjadi prioritas utama.
Walau demikian, pembatalan kebijakan ini tentunya menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat kepada komitmen pemerintah dalam mengantisipasi kondisi ekonomi yang sedang lesu ini.
Banyak pihak yang menganggap pemerintah plin plan dalam menjalankan suatu kebijakan, sehingga dapat berdampak pada iklim investasi.***