nasional

Kenapa Bacaan Shalat Witir Setelah Tarawih Biasanya al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas?

Minggu, 2 Maret 2025 | 10:57 WIB
Kenapa Bacaan Shalat Witir Setelah Tarawih Biasanya al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas? (Foto ilustrasi shalat berjamaah di masjid. (Unsplash/Masjid Pogung Dalangan))

Di Indonesia, masjid-masjid umumnya melaksanakan shalat witir dengan 3 rakaat.

Pada rakaat pertama, bacaan yang dibaca adalah al-A’la, di rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan pada rakaat ketiga membaca al-Ikhlas.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai bacaan dalam shalat witir ini, terutama terkait bacaan pada rakaat ketiga.

Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama atau NU, para ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah sepakat bahwa yang disunnahkan dibaca pada dua rakaat awal shalat witir adalah surat al-A’la di rakaat pertama dan al-Kafirun di rakaat kedua.

Untuk rakaat terakhir, ulama Syafi'iyyah berpendapat untuk membaca surat al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain.

Baca Juga: Prabowo: Saya akan Gunakan Seluruh Tenaga dan Wewenang untuk Basmi Korupsi

Mu’awwidzatain merupakan sebutan untuk dua surat terakhir di al-Quran, yakni al-Falaq dan an-Nas.

Sedangkan menurut Hanabilah, cukup hanya dengan membaca surat al-Ikhlas.

Dasar Bacaan Rakaat Ketiga Shalat Witir

Para ulama dari kalangan Syafi’iyyah memakai dasar hadits riwayat an-Nasai dan Ibnu Majah.

Pada hadits tersebut menunjukkan saat Sayyidah Aisyah ditanya surat apa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika shalat witir.

Sayyidah Aisyah kemudian mengungkapkan jika Nabi di rakaat pertama membaca surat al-A’la, rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas).

Kemudian mengutip dari , bacaan shalat witir de -A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas.

Baca Juga: Ray Dalio Sebut Prabowo Berpotensi seperti Deng Xiaoping dan Modi

“Dari Ubay bin Ka’ab, diriwayatkan bahwa ia berkata: Bahwa Nabi SAW pada shalat witir pada rakaat pertama selalu membaca Sabbihisma Rabbikal-A’laa dan pada rakaat kedua membaca Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun, da pada rakaat ketiga membaca Qul Huwallaahu Ahad,” menurut hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Halaman:

Tags

Terkini