nasional

Solusi dari Kepala BGN Tentang Maraknya Kasus Keracunan MBG, Posting Video Proses Memasak di Sosmed

Minggu, 2 Maret 2025 | 10:32 WIB
Solusi dari Kepala BGN Tentang Maraknya Kasus Keracunan MBG, Posting Video Proses Memasak di Sosmed (Kepala BGN menyarankan SPPG dan Mitra MBG untuk mengunggah video proses memasak Makan Bergizi Gratis. (Instagram/kantorstafpresidenri))

KLIK SAJA - Dalam beberapa waktu terakhir, banyak dibicarakan mengenai kasus keracunan makanan yang dialami oleh siswa-siswa sekolah akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi meningkatnya jumlah kasus keracunan makanan di kalangan siswa dari program ini, Badan Gizi Nasional telah memberikan tanggapan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa penyebab keracunan tersebut adalah kurangnya pengalaman dari mitra MBG yang masih baru.

“Sebagian besar yang dilaporkan dalam berita terbaru adalah semua satuan pelayanan yang baru mulai beroperasi,” ungkap Dadan di Kompleks Akademi Militer, Magelang pada hari Kamis, 27 Februari 2025.

Baca Juga: Termasuk Bupati Kendal! Pertama Kali Dalam Sejarah, 961 Kepala Daerah Berbaris Rapi untuk Dilantik Serentak oleh Prabowo

“Yang baru-baru, yang lama-lama sudah tidak. Kenapa? Karena sudah terbiasa,” imbuhnya.

Memasak dalam porsi besar untuk mitra MBG yang masih baru tersebut, menurut Dadan bisa berpengaruh pada tingkat kematangan masih kurang dan menyebabkan keracunan.

Solusi BGN Mengontrol Proses Memasak MBG: Upload ke Sosmed

Pada kesempatan yang sama, Dadan juga memberikan solusi kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan mitra untuk mengatasi kasus keracunan ini.

Solusi yang disampaikan oleh Kepala BGN ini adalah dengan membuat video dan mengunggahnya di media sosial selama proses memasak berlangsung.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Sentuh Distrik Homeyo Papua Tengah, Gunakan Bahan dari Kebun Warga

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menunjukkan transparansi dalam pengolahan makanan MBG yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat.

“Mulai dari Instagram dan Facebook, mereka diwajibkan untuk meng-upload apa yang dimasak pada hari itu, agar bisa menjadi kontrol bersama,” kata Dadan.

Menurutnya, langkah tersebut juga bisa menjadi bentuk pertanggungjawaban yang diberikan oleh badan yang ia pimpin.

Halaman:

Tags

Terkini