“Jadi, semua orang bisa mengontrol, semua orang bisa melihat, semua orang bisa membanding karena itu adalah mekanisme pertanggungjawaban kami,” tambahnya,
Melakukan Evaluasi Rutin Pelaksanaan MBG
Dadan juga menyatakan bahwa mereka selalu melakukan evaluasi setelah setiap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini.
“Kami melakukan evaluasi setiap hari dan kami menyarankan kepada mitra baru untuk tidak langsung memulai dengan jumlah yang besar, tetapi sebaiknya mulai dari yang kecil,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Soal Pilpres 2029: Kalau Saya Kecewakan Kepercayaan Rakyat, Saya Malu Maju Lagi!
“Jadi, jika mereka menjadi mitra dan ingin menyalurkan makanan bergizi, kami sarankan untuk memulai dengan jumlah antara 100 hingga 190,” tambah Dadan.
BGN Menyarankan Mitra MBG untuk Mulai Memasak dari Porsi yang Kecil
Kembali pada persoalan mitra MBG yang menurut Dadan kurang berpengalaman dalam menyajikan makanan dengan porsi besar, ia menyarankan untuk memulai dari porsi kecil yang dimampu.
Menurutnya, butuh kebiasaan dan pengalaman untuk bisa memasak dalam porsi yang besar.
Baca Juga: Air Asia Kembali Diganjar Sebagai Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia 2025, Apa Faktor Utamanya?
“Karena untuk bisa memasak, biasa masak 1 sampai 10 untuk bisa 1.000 sampai 3.000 butuh waktu untuk membiasakan sampai kematangannya cukup,” kata Dadan.
Selain tingkat kematangan, ia juga mengatakan tentang kesamaan rasa masakan dalam kebiasaan memasak di porsi besar.
Dadan juga mengungkapkan jika saat ini ada 693 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia untuk pelaksanaan salah satu program prioritas ini.
Menurut data yang dimiliki oleh BGN, saat ini SDM untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis baru bisa dilakukan oleh 2.000 orang dan 30 ribu orang lainnya sedang dalam pelatihan oleh pemerintah.
“30 ribu tenaga ini baru akan selesai pendidikannya di akhir Juli, jadi baru siap di awal Agustus,” kata Dadan saat menemui media ketika peresmian Danantara Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 24 Februari 2025 lalu.***
Artikel Terkait
Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal-usulnya
Prabowo: Prioritas Utama Pemerintah adalah Jaga Biaya Hidup Rakyat
Ray Dalio Sebut Prabowo Berpotensi seperti Deng Xiaoping dan Modi
Prabowo: Saya akan Gunakan Seluruh Tenaga dan Wewenang untuk Basmi Korupsi
Dampak Masa Depan Pendidikan Indonesia di Tengah Pemangkasan Anggaran Guna Efisiensi