Beberapa ahli psikologi menyatakan bahwa ada kemungkinan adanya gangguan mental atau trauma masa lalu yang dialami oleh pelaku.
Hal ini perlu diteliti lebih lanjut agar bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi mental MAS.
Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan peran lingkungan dalam perkembangan anak-anak.
Keluarga adalah unit pertama dalam pendidikan moral dan etika bagi anak-anak.
Jika lingkungan keluarga tidak sehat atau penuh dengan konflik, hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak.
Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.
Mereka mencari tahu apakah ada saksi lain yang melihat kejadian tersebut atau mendengar suara-suara mencurigakan sebelum insiden terjadi.
Pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian juga menjadi prioritas utama dalam penyelidikan ini.
Sementara itu, masyarakat sekitar Lebak Bulus merasa shock dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Banyak warga setempat berkumpul untuk membahas tragedi ini dan mencari tahu lebih banyak informasi mengenai pelaku dan keluarganya.
Media massa juga turut serta meliput kejadian ini secara intensif.
Pelaku MAS masih tergolong sebagai anak di bawah umur menurut undang-undang Indonesia.
Oleh karena itu, proses hukum terhadapnya akan berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.