KLIK SAJA - Masyarakat Jawa Tengah mendapat kabar menarik menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng menghadirkan promo tarif perjalanan yang jauh lebih murah selama periode Agustus hingga September 2026.
Salah satu promo yang paling menarik adalah tarif hanya Rp81 untuk sekali perjalanan.
Promo tersebut mulai berlaku 12 Agustus hingga 30 September 2026 dan merupakan program kerja sama dengan Bank Jateng.
Selain promo Rp81, tersedia pula program lain berupa potongan tarif hingga 81 persen dari Bank Indonesia (BI).
Bagi masyarakat yang sehari-hari menggunakan Trans Jateng, promo ini bisa menjadi kesempatan untuk menghemat biaya perjalanan.
Tarif BRT Trans Jateng Rp81 Mulai 12 Agustus 2026
Promo tarif Rp81 untuk BRT Trans Jateng mulai berlaku pada 12 Agustus 2026.
Program tersebut berlangsung hingga 30 September 2026 dan ditujukan untuk masyarakat yang menggunakan layanan Trans Jateng dengan metode pembayaran non-tunai.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa promo Rp81 merupakan program dari Bank Jateng.
Sementara program Bank Indonesia memberikan diskon hingga 81 persen pada periode yang berbeda.
Dengan promo tersebut, masyarakat cukup membayar Rp81 untuk sekali perjalanan, selama memenuhi ketentuan yang berlaku dan kuota promo masih tersedia.
Syarat Naik BRT Trans Jateng Bayar Rp81
Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan masyarakat yang ingin mendapatkan tarif Rp81.
Salah satu syarat utamanya adalah pembayaran dilakukan secara cashless atau non-tunai.
Artikel Terkait
Keluarga Winda Lorenza Gowasa Bantah Bunuh Diri, Ungkap Loren Dijemput dari Jakarta dan Sempat Ingin Kabur ke Medan
Kronologi Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta 7 Agustus 2026, Api Diduga Berawal dari Lantai 11 Saat Renovasi
Dapur MBG Wajib Punya SLHS, 950 Dapur Diduga Tak Layak Higiene dan Sanitasi Bisa Ditutup Permanen oleh BGN
Chat Winda Lorenza Gowasa Sebelum Meninggal Viral, Ungkap Kondisi Rumah, Rencana Jual Rumah dan Buka Usaha
Rieke Diah Pitaloka Bicara Kasus Winda Lorenza Gowasa, Minta Autopsi, Balistik, GSR, DNA hingga Rekonstruksi TKP