Tangisan Anak Korban Dugaan Main Hakim Sendiri di Bali Jadi Sorotan, Ustaz Abdul Somad dan Kementerian HAM Buka Suara

photo author
- Selasa, 28 Juli 2026 | 11:51 WIB
Tangisan Anak Korban Dugaan Main Hakim Sendiri di Bali Jadi Sorotan, Ustaz Abdul Somad dan Kementerian HAM Buka Suara (Menyoroti penuturan Ustaz Abdul Somad terkait viralnya tangisan gadis kecil di Bali yang melepas kepergian ayahnya yang tewas diamuk massa. (Instagram.com/@ustadzabdulsomad_official))
Tangisan Anak Korban Dugaan Main Hakim Sendiri di Bali Jadi Sorotan, Ustaz Abdul Somad dan Kementerian HAM Buka Suara (Menyoroti penuturan Ustaz Abdul Somad terkait viralnya tangisan gadis kecil di Bali yang melepas kepergian ayahnya yang tewas diamuk massa. (Instagram.com/@ustadzabdulsomad_official))

Ia mengingatkan bahwa korban bukan hanya seseorang yang dituduh melakukan pencurian, tetapi juga seorang ayah bagi anak-anaknya.

Menurut UAS, peristiwa seperti ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama agar tidak kembali terulang.

Ia juga mempertanyakan kondisi yang membuat sebagian masyarakat masih terdorong melakukan tindak kriminal karena faktor ekonomi.

UAS menilai ironi tersebut terjadi di tengah Indonesia yang dikenal memiliki sumber daya alam melimpah.

"Mengapa saudara kita mencuri? Di tengah negeri gemah ripah loh jinawi. Emas, nikel, minyak dan gas melimpah," ungkap UAS.

Tindakan Sepihak yang Berujung Hilangnya Nyawa

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika IKD diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat, 24 Juli 2026 dini hari.

Baca Juga: Ramai Dibahas, Sudaryono Bersih-Bersih di BGN dengan Pecat 261 Pegawai Non-ASN, Ini Daftar Pelanggaran yang Diungkap

Dugaan tersebut kemudian memicu kemarahan warga hingga korban dikeroyok. Korban dilaporkan meninggal dunia akibat aksi massa tersebut.

Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga disebut dibakar oleh warga.

Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan karena dinilai sebagai bentuk main hakim sendiri.

Kasus itu kini menjadi perhatian luas dan terus mendapat sorotan publik.

Kementerian HAM Minta Korban dan Anak-anak Diberi Pendampingan

Tragedi tersebut juga mendapat perhatian dari Kementerian Hak Asasi Manusia melalui Koordinator Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem.

Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Menurutnya, keluarga korban, terutama anak-anak yang terdampak, membutuhkan perlindungan dan pendampingan secara menyeluruh.

Pendampingan dinilai penting agar keluarga dapat menghadapi trauma akibat peristiwa tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X