Laporan Halodoc for Business 2026 Bongkar Profil Penyakit Karyawan Indonesia dan Solusi Kesehatan Digital Perusahaan

photo author
- Selasa, 21 Juli 2026 | 09:39 WIB
Laporan Halodoc for Business 2026 Bongkar Profil Penyakit Karyawan Indonesia dan Solusi Kesehatan Digital Perusahaan (HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan. (Dok. Istimewa))
Laporan Halodoc for Business 2026 Bongkar Profil Penyakit Karyawan Indonesia dan Solusi Kesehatan Digital Perusahaan (HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan. (Dok. Istimewa))

Hambatan terbesar justru berada pada akses layanan kesehatan yang masih dianggap sulit oleh sebagian pekerja.

Banyak karyawan memilih menunda pengobatan bukan karena tidak peduli terhadap kesehatan, tetapi karena proses mendapatkan layanan dianggap kurang praktis.

Penundaan tersebut dapat menyebabkan keluhan ringan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membutuhkan biaya lebih besar.

Karena itu, perusahaan perlu menghadirkan benefit kesehatan yang mudah dijangkau oleh karyawan.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting agar pekerja bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

Profil Penyakit Karyawan Berubah Berdasarkan Usia

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, menjelaskan bahwa pola penyakit tenaga kerja Indonesia mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Simak dan Catat Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 106 Periode 20 Juli – 1 Agustus 2026 Rute Sorong – Ambon – Banda – Geser – Gorom - Tual – Amahai

Berdasarkan data lebih dari 1 juta transaksi kesehatan, jenis penyakit yang muncul berbeda pada setiap kelompok umur.

“Data dari lebih dari 1 juta transaksi kesehatan karyawan yang tercatat oleh ekosistem kami menemukan bahwa profil penyakit tenaga kerja Indonesia berubah secara konsisten seiring usia, dari infeksi saluran pernapasan akut pada kelompok muda, gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas kerja pada usia produktif 30–49 tahun, hingga penyakit kardiovaskular dan kanker yang mendominasi biaya pada kelompok usia 50 tahun ke atas,” jelasnya.

Perbedaan kebutuhan kesehatan juga terlihat berdasarkan gender, dengan 81 persen pasien kardiovaskular merupakan laki-laki dan 72 persen pasien kanker merupakan perempuan.

“Dua prioritas skrining yang sepenuhnya berbeda, bahkan dari sisi jenis layanan kesehatan, ISPA menjadi diagnosis teratas rawat jalan dan infeksi pencernaan menjadi diagnosis teratas rawat inap. Keduanya adalah kondisi yang sebagian besar dapat dicegah melalui intervensi sederhana,” terangnya.

“Data ini bukan sekadar catatan administrasi Halodoc, ini adalah sinyal klinis yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan benefit kesehatan tenaga kerja di Indonesia,” tambahnya.

Telemedicine Bantu Efisiensi Biaya Kesehatan Perusahaan

Laporan Halodoc juga menunjukkan peran layanan digital dalam membantu perusahaan mengelola biaya kesehatan.

Melalui Digital Cashless Outpatient (DCO), layanan telemedicine mampu menangani 24 persen kasus dengan penggunaan biaya hanya 8 persen dari total biaya kesehatan.

Tingkat penyelesaian kasus melalui layanan tersebut juga mencapai lebih dari 95 persen tanpa kunjungan fisik lanjutan dalam 30 hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X