Saat itu, OTT dilakukan di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah yang kini bernama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang.
Dari pengembangan kasus tersebut, KPK telah menetapkan banyak tersangka dari unsur pejabat pemerintah, anggota DPR, hingga pihak swasta.
Penyidikan kemudian terus berkembang ke berbagai proyek perkeretaapian di sejumlah daerah.
Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang kini masuk dalam pengembangan perkara.
Kasus ini disebut sebagai salah satu perkara korupsi terbesar di sektor perkeretaapian nasional.
Sudah Menjerat Puluhan Tersangka dan Korporasi
Sebelum sprindik baru diterbitkan, KPK telah menetapkan puluhan tersangka dalam perkara DJKA Kemenhub.
Selain individu, dua korporasi juga telah berstatus tersangka dalam kasus tersebut.
Penyidikan sebelumnya mencakup proyek jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, pembangunan jalur kereta api di Makassar, proyek di Lampegan Cianjur, hingga perbaikan perlintasan sebidang Jawa–Sumatera.
Penyidik menduga terjadi pengaturan pemenang tender sejak tahap administrasi hingga penetapan pelaksana proyek.
Dugaan praktik tersebut diyakini merugikan keuangan negara dan menguntungkan pihak tertentu.
Pengembangan ke Sumsel menunjukkan KPK masih terus menelusuri rangkaian kasus yang lebih luas.***
Artikel Terkait
Heboh Bluetooth Penumpang Bernama ‘Bomb’, Pesawat United Airlines ke Spanyol Kembali ke Newark
Informasi Jadwal dan Tiket Kapal KM Dharma Kartika 7 Rute Pontianak – Semarang PP Periode 4 – 17 Juni 2026
Informasi Jadwal dan Tarif Kapal KM Dharma Rucitra 6 Rute Sampit – Semarang PP Periode 3 – 18 Juni 2026
Info Jadwal dan Tarif Kapal KM Dharma Ferry 6 Rute Sampit ke Surabaya Bulan Juni 2026
Info Jadwal dan Tarif KM Dharma Ferry 6 Rute Surabaya ke Sampit Bulan Juni 2026