Ia mempertanyakan keputusan panitia yang disebut menggeser nama Cathlyn meski sudah masuk tiga besar.
Selain itu, Alfarezal juga menyoroti adanya penilaian bahasa daerah dalam seleksi.
"Kenapa yang menggantinya tuh diambil dari peserta yang namanya bahkan tidak masuk 10 besar, kenapa tidak diambil dari lima besar yang tersisa," terang Alfarezal pada Kamis, 28 Mei 2026.
Ia juga menyebut ada dua peserta yang digeser tanpa alasan jelas.
Kondisi tersebut dinilai memunculkan banyak pertanyaan terkait mekanisme seleksi.
Baca Juga: Sufmi Dasco Dukung Putusan MK soal Sanksi Parpol yang Tak Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan
Kesbangpol Bantah Ada Diskriminasi
Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin membantah adanya diskriminasi maupun pergantian peserta dalam proses seleksi Paskibraka.
Menurutnya, seluruh tahapan dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Pertama, kami menegaskan informasi yang viral di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi yang sebenarnya," kata Arifin dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menegaskan istilah pergantian peserta tidak tepat karena belum pernah ada pengumuman resmi tiga besar sebelumnya.
"Karena itu, istilah pergantian peserta tidak tepat sebab sampai kemarin memang belum ada pengumuman resmi," bebernya.
Kesbangpol memastikan pengumuman tiga peserta terakhir merupakan pengumuman resmi pertama dalam tahapan seleksi tersebut.***
Artikel Terkait
Fasilitas dan Harga Tiket Kapal Pesiar Royal Caribbean 2026, Intip Rute Favorit dari Singapura hingga Jepang
Indonesia Culture Festival Resmi Diluncurkan ICCN, Fokus pada Pemajuan Kebudayaan dan Pengembangan Living Museum
Festival Bambu di Karangasem Bali Jadi Sorotan, Usung Konsep Jagath Karana dan Pariwisata Berkelanjutan
Evakuasi Dramatis Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Helikopter Sempat Gagal Mendarat karena Cuaca Buruk
Info Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Periode 1 – 15 Juni 2026