Evakuasi Dramatis Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Helikopter Sempat Gagal Mendarat karena Cuaca Buruk

photo author
- Kamis, 28 Mei 2026 | 09:24 WIB
Evakuasi Dramatis Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Helikopter Sempat Gagal Mendarat karena Cuaca Buruk (Pendaki asal Malaysia dievakuasi karena alami cedera di Gunung Rinjani. (Instagram/pos_sarkayangan))
Evakuasi Dramatis Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Helikopter Sempat Gagal Mendarat karena Cuaca Buruk (Pendaki asal Malaysia dievakuasi karena alami cedera di Gunung Rinjani. (Instagram/pos_sarkayangan))

Sebelum berhasil dilakukan pada Selasa pagi, proses penjemputan korban sebenarnya sudah dicoba sejak Senin sore.

Namun upaya evakuasi medis udara (EMU) terkendala kondisi cuaca buruk di kawasan pendakian Gunung Rinjani.

Kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun membuat jarak pandang pilot menjadi sangat terbatas.

Kru helikopter sempat mencoba bermanuver untuk mencari celah pendaratan, tetapi kondisi dinilai terlalu berisiko untuk keselamatan penerbangan.

“Pada Senin sore, kru helikopter mengalami kendala kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun,” tulis keterangan tersebut.

Karena situasi tidak memungkinkan, helikopter akhirnya memutuskan kembali ke pangkalan di Bali sambil menunggu cuaca membaik.

Selama proses itu, tim SAR terus memantau kondisi korban dan meminta agar posisi korban tidak dipindahkan lebih jauh.

Baca Juga: Indonesia Culture Festival Resmi Diluncurkan ICCN, Fokus pada Pemajuan Kebudayaan dan Pengembangan Living Museum

Diterbangkan ke Rumah Sakit di Bali

Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa pagi ketika kondisi cuaca mulai membaik.

Helikopter berhasil mengevakuasi korban dari kawasan pendakian dan langsung menerbangkannya menuju Bali pada pukul 08.17 Wita.

Helikopter kemudian mendarat di helipad Benoa, Bali sekitar pukul 09.05 Wita.

Setelah tiba di Bali, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya faktor keselamatan dan kewaspadaan saat melakukan pendakian di jalur ekstrem seperti Gunung Rinjani, terutama ketika kondisi cuaca sedang tidak stabil.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X