2. Gus Miftah sebut perbedaan bukan alasan menjauh
Dalam kesempatan itu, Gus Miftah menegaskan bahwa keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh satu sama lain.
Pendiri Pondok Pesantren Ora Aji tersebut menyebut kehidupan masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan menjadi wajah damai bangsa ini.
Ia menilai perbedaan justru bisa menjadi ruang untuk saling menguatkan antar sesama anak bangsa.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan peserta yang berasal dari berbagai keyakinan dan komunitas.
Gus Miftah juga mengajak masyarakat terus menjaga semangat persaudaraan di tengah perbedaan.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi ruang untuk saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa,” kata Gus Miftah.
3. Media sosial disebut picu munculnya intoleransi
Saat berbicara kepada peserta acara, Gus Miftah turut menyoroti pengaruh media sosial terhadap meningkatnya sikap intoleransi.
Menurutnya, ruang digital kini sering menjadi tempat munculnya polarisasi dan konflik antar masyarakat.
Ia menilai banyak sikap intoleran justru bermula dari interaksi negatif di media sosial.
Karena itu, anak muda dianggap punya peran penting untuk menjaga suasana damai di ruang digital.
Gus Miftah berharap generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terprovokasi.
“Salah satu intoleransi muncul itu sekarang berangkat dari digital, media sosial,” bebernya.
Artikel Terkait
Info Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Edisi 15 – 31 Mei 2026
Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 28 Periode 10 – 22 Mei 2026 Rute Kalabahi – Kupang – Wini – Ilwaki – Moa – Kroing
Info Jadwal Kapal Dharma Lautan Utama Rute Surabaya ke Banjarmasin Periode 15 – 30 Mei 2026
Viral Guru Pengganti SMA di Jakarta Diduga Gadaikan Laptop Murid, Korban Sampai Tebus Rp3 Juta di Tempat Gadai
Bareskrim Polri Tangkap 321 WNA Operator Judol di Hayam Wuruk Jakarta Barat, Polisi Sita Uang Rp1,9 Miliar dan Ratusan Perangkat