Menurut Prabowo, lonjakan kinerja Danantara membuktikan bahwa kebijakan pemerintah untuk mengonsolidasikan perusahaan negara berada di jalur yang tepat.
Selama ini, BUMN tersebar dalam banyak entitas dengan sistem manajemen yang berbeda-beda.
Dengan adanya Danantara, pengelolaan aset kini berada dalam satu kendali manajemen yang lebih terpusat.
Model pengelolaan ini diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan milik negara.
Baca Juga: Cek Disini! Informasi Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Wonogiri Bulan Maret 2026
Jumlah Perusahaan Negara Ternyata Lebih dari Seribu
Prabowo mengaku semula mengira jumlah perusahaan negara yang harus dikelola hanya sekitar 250 entitas.
Namun setelah ditelusuri lebih dalam, jumlah tersebut ternyata jauh lebih besar.
Jika menghitung anak, cucu, hingga cicit perusahaan, totalnya bisa mencapai lebih dari seribu entitas.
Kondisi ini membuat pengelolaan BUMN menjadi sangat kompleks.
Karena itu, pembentukan Danantara dianggap sebagai solusi untuk menyederhanakan struktur pengelolaan aset negara yang sangat besar.
Banyak Anak Perusahaan BUMN Membuat Manajemen Kompleks
Baca Juga: Info Warga Tanah Laut! Catat Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Pelaihari Bulan Maret 2026
Perkembangan BUMN dari masa ke masa membuat banyak perusahaan negara membentuk anak usaha baru.
Hal ini menyebabkan struktur organisasi menjadi semakin besar dan sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
Ketahui Faktanya! TNI AD Beri Rumah untuk Ahli Waris Prajurit Gugur dan Prajurit Cacat Tugas, Penyerahan Penuh Haru di Mabes AD
Baca Selengkapnya! IFG Kolaborasi dengan BP BUMN Perkuat Tata Kelola TJSL Lewat Three Lines Model dalam Forum FGD
Simak Ulasannya! Ngabuburit Lintas Agama di Sleman Bahas Intoleransi, Gus Miftah Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan
Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Daftar Rute Kereta yang Sering Masuk Promo Flash Sale KAI Saat Ramadan dan Mudik Lebaran
Yuk Siapkan Strategi! Cara War Tiket Flash Sale KAI Supaya Tidak Kehabisan Saat Promo Dibuka