Garitan Kalongliud ANTAM, Model Pertanian Sirkular Terpadu Pulihkan Lahan Tidur dan Naikkan Pendapatan Petani 65 Persen

photo author
- Senin, 23 Februari 2026 | 12:21 WIB
Garitan Kalongliud ANTAM, Model Pertanian Sirkular Terpadu Pulihkan Lahan Tidur dan Naikkan Pendapatan Petani 65 Persen
Garitan Kalongliud ANTAM, Model Pertanian Sirkular Terpadu Pulihkan Lahan Tidur dan Naikkan Pendapatan Petani 65 Persen

Biaya produksi menurun, sementara kualitas tanah membaik secara bertahap.

Inovasi lokal juga berkembang. Hama keong yang sebelumnya merusak lahan budidaya kini dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair. Masalah lama berubah menjadi solusi baru.

Efisiensi Air dan Pemulihan Lingkungan

Dari sisi pengelolaan air, penerapan sistem irigasi tetes membawa dampak signifikan.

Baca Juga: Informasi Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BTN Dibuka 24 Februari Tujuan Jateng – Jabar – Jatim – Yogya – Sumbar – Sumsel – Lampung – Jambi dan Riau

Teknologi ini meningkatkan efisiensi konsumsi air hingga 60 persen, capaian penting bagi wilayah yang sebelumnya mengalami tekanan sumber daya air akibat kerusakan irigasi.

Upaya pemulihan lingkungan diperkuat melalui penanaman 3.000 pohon di sempadan Sungai Cinyurug.

Program ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebesar 21,5 ton CO₂eq per musim tanam sekaligus memperkuat daya dukung ekosistem desa.

Dampak Ekonomi Terukur

Manfaat ekonomi mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pendapatan kelompok tani meningkat hingga 65 persen, sementara biaya pupuk turun sekitar 50 persen.

Pada periode budidaya cabai 2024–2025, kegiatan usaha mencatatkan keuntungan sebesar Rp246.258.000.

Baca Juga: Informasi Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Bersama Jasa Marga Dibuka Tanggal 25 Februari Tujuan Jateng, Jatim dan Yogya

Evaluasi berbasis Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 4,34.

Artinya, setiap satu rupiah investasi menghasilkan lebih dari empat rupiah manfaat sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X