Sebagai informasi, kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat yang digunakan Indonesia mengacu pada kesepakatan Menteri Agama negara-negara MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria tersebut adalah:
- Tinggi hilal minimum 3 derajat
- Elongasi minimum 6,4 derajat
Karena tidak memenuhi standar itu, maka awal Ramadan digenapkan menjadi 30 hari pada bulan sebelumnya.
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Berbeda
Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada:
Rabu, 18 Februari 2026
Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada:
Jumat, 20 Maret 2026
Perbedaan ini terjadi karena metode penetapan Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, sementara pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat.
Dengan hasil sidang isbat ini, pemerintah menetapkan bahwa umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sidang isbat kembali menjadi ruang musyawarah bersama yang melibatkan ulama, pakar astronomi, serta perwakilan ormas Islam untuk menjaga kesepakatan dan ketertiban dalam penetapan awal bulan hijriah di Indonesia.***
Artikel Terkait
Info Update Jadwal Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Periode 15 – 28 Februari 2026
Info Lengkap Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Surabaya ke Banjarmasin Periode 15 – 28 Februari 2026
Cek Disini! Informasi Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama Jasa Raharja, Lengkap Syarat dan Ketentuannya!
Info Dulur Makmur! Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Bersama Pemkab Sukoharjo dari Arah Jabodetabek dan Bandung Raya
Info Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Bersama PT KAI Jurusan Pasar Senen – Tawang Semarang