Hilal Ramadan Masih di Bawah Ufuk, Secara Teori Mustahil Terlihat
Sebelumnya, dalam seminar posisi hilal, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk.
Hal ini membuat hilal secara astronomis mustahil dapat dirukyat.
“Metode penetapan awal bulan kamariah di Indonesia menggunakan kombinasi rukyat dan hisab. Ijtimak harus terjadi dan posisi hilal diamati setelah matahari terbenam,” jelas Cecep.
Namun pada tanggal tersebut, hilal belum memenuhi syarat visibilitas.
Data Hisab: Tinggi Hilal Negatif di Seluruh Indonesia
Berdasarkan perhitungan hisab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang:
-2,41 derajat hingga -0,93 derajat
Sementara elongasi Bulan–Matahari tercatat antara:
0,94 derajat hingga 1,89 derajat
Dengan angka tersebut, hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS.
Cecep menegaskan bahwa hilal pada hari rukyat ini diprediksi mustahil terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.
Apa Itu Kriteria MABIMS?
Artikel Terkait
Info Update Jadwal Kapal Dharma Lautan Utama Rute Banjarmasin ke Surabaya Periode 15 – 28 Februari 2026
Info Lengkap Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Surabaya ke Banjarmasin Periode 15 – 28 Februari 2026
Cek Disini! Informasi Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama Jasa Raharja, Lengkap Syarat dan Ketentuannya!
Info Dulur Makmur! Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Bersama Pemkab Sukoharjo dari Arah Jabodetabek dan Bandung Raya
Info Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Bersama PT KAI Jurusan Pasar Senen – Tawang Semarang