KLIK SAJA - Hampir sebulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tetapi duka dan tantangan masih menyelimuti warga terdampak.
Tidak hanya kerusakan fisik, kelelahan mental pun mulai terasa, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang harus memulai hidup dari nol.
Bantuan logistik dan trauma healing menjadi kebutuhan mendesak untuk memulihkan harapan dan semangat mereka.
Warga Masih Tinggal di Posko Pengungsian
Sebagian besar penyintas masih menempati posko pengungsian karena rumah mereka rusak parah atau bahkan hilang tersapu banjir.
Endapan lumpur dan kerusakan infrastruktur membuat proses pembersihan dan perbaikan rumah berjalan lambat.
Warga harus menyesuaikan diri dengan kondisi sementara, mulai dari tidur, mandi, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari di posko.
Kehidupan sosial ekonomi mereka pun ikut terganggu karena banyak aktivitas terhenti.
Meski demikian, semangat gotong royong antarwarga tetap terlihat di beberapa lokasi.
Posko pengungsian kini bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi pusat interaksi dan dukungan psikologis.
Baca Juga: Informasi Jadwal Kapal Pelni KM Gunung Dempo Bulan Januari 2026 Rute Makassar – Jakarta - Jayapura
Namun, kondisi ini jelas menuntut perhatian ekstra dari pemerintah dan relawan.
Kelelahan Mental Mengintai Penyintas
Artikel Terkait
Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Bulan Januari 2026 Rute Medan – Batam - Jakarta
Cek Disini! Jadwal Kapal Pelni KM Dobonsolo Periode Januari 2026 Rute Makassar – Jayapura – Sorong - Jakarta
Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya Bulan Januari 2026 Rute Pontianak- Jakarta – Natuna - Surabaya
Kisah Haru Dimas, Siswa yang Tetap Makan Bekal Ayam Gosong Endingnya Bikin Semua Orang Terdiam!
UMK Kota Semarang 2026 Tembus Rp3,7 Juta, Begini Pengaruhnya ke Daya Beli dan Dunia Usaha