Bahkan, sebagian jalur harus dilalui dengan berjalan di tengah hutan.
Risiko besar terpaksa dihadapi demi bertahan hidup.
Harapan Tulus Agar Akses Jalan Segera Dibuka
Dalam video yang sama, warga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah.
Baca Juga: Saat Cabe Takengon Anjlok, Aksi Borong Influencer Ini Jadi Harapan Warga
Mereka meminta agar kondisi jalan yang tertutup segera mendapat perhatian serius.
Warga mengaku persediaan bahan makanan di wilayah mereka sudah sangat terbatas.
Ungkapan tersebut disampaikan dengan nada lirih namun penuh harap.
Mereka ingin bisa kembali hidup normal tanpa harus berjalan belasan jam.
Baca Juga: Aplikasi Matel Tumbang Satu per Satu, Ini Aksi Tegas Pak Bray yang Disorot Publik
Jalan yang terbuka berarti harapan baru bagi warga Sitahuis. Bagi mereka, akses jalan adalah urat nadi kehidupan.
8 Desa di Tapteng Masih Terisolir
Baca Juga: Miris! Pascabanjir Bandang, Warga Desa Kuba Hitam Bireuen Menyeberang Sungai Pakai Tali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah mencatat hingga Rabu, 17 Desember 2025, sebanyak 8 desa masih terisolir.
Data BPBD juga menyebutkan korban meninggal dunia mencapai 131 orang, sementara 41 lainnya masih dalam pencarian.
Artikel Terkait
Informasi Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 116 Rute Tarakan – Tolitoli – Leok – Kwandang – Bunyu Periode 17-31 Desember 2025
Info Penting! Jadwal KM Sabuk Nusantara 86 Rute Ternate- Jailolo – Mayau - Bitung Periode 12 – 24 Desember 2025
130 Tahun BRI, Mengenang Raden Bei Aria Wirjaatmadja dan Warisan Perbankan Kerakyatan yang Melampaui Zaman
Tangkap Pelayanan yang Punya Hati, IFG Journalist’s Photo Journey 2026 Ajak Jurnalis Foto Bercerita Lewat Lensa
Warga Harus Tahu! Ini Fakta Mengejutkan Aplikasi Matel yang Disebut Jadi Alat Intimidasi Debitur