Hal ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Serta pengelolaan risiko yang dijalankan secara pruden.
Aset, Kredit, dan DPK Terus Menguat
Secara konsolidasian, total aset BRI meningkat menjadi Rp2.123 triliun.
Peningkatan ini didorong pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan sebesar 6,26% secara tahunan (yoy).
Baca Juga: Tidur Nyaman di Kota Gudeg, 7 Penginapan Murah di Jogja Saat Nataru
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.475 triliun.
Angka tersebut tumbuh 8,25% yoy. Mayoritas DPK berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan.
Komposisinya mencapai 67,7%. Struktur ini mendukung efisiensi biaya dana Perseroan.
Sekaligus memperkuat daya saing BRI di industri perbankan.
Profitabilitas dan Permodalan Tetap Kuat
Kualitas aset BRI tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 3,1%.
NPL Coverage tercatat mencapai 183,1%. Hal ini mencerminkan kehati-hatian Perseroan dalam mengelola risiko kredit.
Baca Juga: Dompet Aman Libur Nataru, Ini 7 Guest House dan Losmen Murah di Purwokerto
Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp41,23 triliun.
Capaian tersebut didukung ROA sebesar 2,7% dan ROE sebesar 17,0%.
Artikel Terkait
Insiden Sungai Peusangan Boat Getek Terbalik, Satu Penumpang Belum Ditemukan
Tak Perlu ke Luar Negeri, Bedah Robotik Kini Hadir Lengkap di Siloam Kebon Jeruk
Tak Sekadar Ganti Wajah, Corporate Rebranding BRI Jadi Penegasan Tetap Setia Mendukung UMKM Indonesia
Review Film Mission: Impossible – Rogue Nation (2015), Aksi Tom Cruise Atasi Sindikat Agen Rahasia Jahat
Review Film Clash of Titans (2010), Ketika Manusia Menantang Arogansi Para Dewa Mitologi Yunani