Rincian ini menegaskan bahwa dampak bencana tidak merata, tetapi menghantam keras wilayah-wilayah dengan kontur dan permukiman yang dekat aliran sungai dan lereng perbukitan.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa pencarian belum memasuki fase akhir karena masih banyak area yang belum bisa dijangkau.
Kondisi medan penuh lumpur dan kayu-kayu besar membuat pencarian ekstra lambat.
Ratusan Warga Masih Hilang, Sementara Jumlah Pengungsi Mulai Menurun
Meski jumlah korban meninggal meningkat, terdapat sedikit kabar baik angka warga yang dinyatakan hilang berkurang menjadi 222 orang.
Penurunan ini terjadi karena sebagian dari mereka telah ditemukan sebagai korban jiwa dalam operasi SAR terbaru.
Namun, angka 222 tetap menjadi alarm bahwa pekerjaan tim SAR masih jauh dari kata selesai.
Di sisi lain, jumlah pengungsi juga mengalami penurunan sekitar 9.600 jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya.
Kini total pengungsi di tiga provinsi tercatat sebanyak 884.889 jiwa angka yang masih sangat besar untuk ditangani dalam waktu singkat.
Aceh Utara menjadi wilayah dengan penurunan pengungsi terbesar seiring surutnya banjir di beberapa titik.
Meski demikian, kondisi ruang pengungsian masih padat dan berisiko tinggi terhadap kesehatan warga.
Baca Juga: Dari Gladi Koor sampai Festival Lawang Sewu, Ragam Aktivitas Anak Muda Semarang Menjelang Natal 2025
Status Tanggap Darurat Diperpanjang
BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih menjadi prioritas nomor satu hingga ratusan korban hilang ditemukan.
Artikel Terkait
Banjir Bandang dan Longsor Melanda 18 Kabupaten, BMKG: “Ada Siklon 91S, Curah Hujan Bisa Meningkat”
ACEH BERDUKA! Kisah Ibu yang Menyaksikan Anaknya Hanyut, dan Foto Kecil yang Jadi 'Tabungan di Surga'
Cek Disini! Daftar Harga Emas Perhiasan Per 10 Desember 2025
Cek Disini! Daftar Harga Emas Antam Per 10 Desember 2025
Ternyata Ada Bank Terapung di Indonesia! Ini Cerita Lengkap Teras BRI Kapal yang Setia Menyusuri Pulau-Pulau Kecil