Pemerintah daerah dan pusat terus berkoordinasi agar layanan darurat tidak berhenti, terutama di titik-titik yang padat pengungsi.
Situasi ini mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat, mengingat intensitas bencana semakin meningkat beberapa tahun terakhir.
Di tengah situasi berat, solidaritas masyarakat menjadi titik terang yang terus hidup dalam penanganan bencana di Sumatera.***
Artikel Terkait
Catat Yuk! Jadwal, Rute dan Tarif Kapal Pelni KM Gunung Dempo Periode Desember 2025
Dari Alarm Level 1 ke Level 5 dalam 3 Jam, Mengurai Tragedi Kebakaran Hong Kong yang Mengguncang Indonesia
Bantuan Logistik Lamban Pasca Bencana Banjir, Oknum Warga Sibolga Jarah Gudang Bulog
Di Tengah Ketidakpastian Global, BRI Justru Melesat, Ini 7 Bukti Kuatnya Tata Kelola Mereka
18 Titik dalam Kepungan Air, Upaya Kemanusiaan Aceh dari Akses Terputus hingga Jeritan Minta Tolong