Bencana Menghimpit dan Logistik Terhambat, Kisah di Balik Penjarahan yang Sebenarnya Upaya Bertahan Hidup

photo author
- Senin, 1 Desember 2025 | 17:37 WIB
Bencana Menghimpit dan Logistik Terhambat, Kisah di Balik Penjarahan yang Sebenarnya Upaya Bertahan Hidup (Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst))
Bencana Menghimpit dan Logistik Terhambat, Kisah di Balik Penjarahan yang Sebenarnya Upaya Bertahan Hidup (Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst))

Pemerintah provinsi bersama pusat sedang berupaya membuka jalur yang terputus, meski prosesnya tidak sesederhana yang terlihat dari luar.

Ia memastikan bahwa stok bantuan cukup, hanya saja proses penyampaian ke lokasi terisolir membutuhkan waktu lebih lama.

Beberapa titik kini mulai bisa dijangkau, meski belum sepenuhnya pulih.

Jalur via Subulussalam menjadi kunci pengiriman bantuan darat sementara ini.

Baca Juga: Cek Disini! Jadwal dan Harga Tiket Kapal KM Kirana dan KM Dharma Kencana 3 Rute Kumai – Surabaya PP Periode 2-16 Desember 2025

Upaya ini menjadi sinyal positif meski situasi di lapangan masih penuh tantangan.

Warga diharap memahami bahwa setiap proses dilakukan secepat mungkin mengingat kondisi geografis yang sulit.

Ini Bukan Penjarahan Jahat, Ini Tindakan Bertahan Hidup

Kepala BNPB Suharyanto memberikan penjelasan yang memperkuat empati publik, warga mengambil makanan bukan dengan niat merusak atau mencuri.

Mereka melakukannya karena takut, lapar, dan kehabisan opsi lain untuk bertahan hidup.

Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan vandalisme seperti perusakan kaca atau penjarahan agresif seperti yang banyak terjadi di tempat lain.

Ini murni upaya warga untuk mendapatkan bahan makanan.

Baca Juga: Catat! Info Jadwal, Rute dan Tarif Kapal Pelni KM Pangrango Periode Desember 2025

BNPB menyebut Tapanuli Tengah dan Sibolga sebagai dua wilayah paling parah terdampak dan paling sulit diakses.

Kondisi lokasi yang terisolir membuat penanganan membutuhkan strategi khusus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X