Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 22 November 2025 | 13:35 WIB
Zohran Mamdani kala bertemu Donald Trump (Toledo Blade)
Zohran Mamdani kala bertemu Donald Trump (Toledo Blade)

Namun hubungan yang hangat ini kontras dengan retorika beberapa pekan sebelumnya.

Saat Mamdani unggul dalam jajak pendapat menjelang kemenangan pada 4 November, Trump sempat mengancam akan menarik dana federal dari New York City.

Mamdani pun selama ini kerap mengkritik janji Trump yang ingin meningkatkan penegakan hukum imigrasi di kota dengan empat dari sepuluh penduduknya lahir di luar negeri.

Trump juga membela Mamdani—yang lahir di Uganda dan akan menjadi wali kota Muslim pertama New York—dari serangan Islamofobia. Seorang reporter bahkan bertanya apakah Trump percaya dirinya sedang berdampingan dengan “seorang jihadis.”

“Tidak, tentu tidak,” jawab Trump saat Mamdani berdiri di sebelahnya. “Saya bertemu dengan seorang pria yang sangat rasional.”

Keakraban yang disiarkan televisi ini membuat sejumlah politisi dan komentator terkejut. Beberapa Republikan menyatakan mereka masih tidak mempercayai Mamdani, meski ia kini tampak mendapat restu Trump.

“Apa yang baru saja terjadi?” tulis Anggota Kongres AS Rashida Tlaib di media sosial, membagikan video momen persahabatan Trump dan Mamdani dalam pertemuan itu.

Trump sebelumnya berkali-kali mendesak warga New York agar tidak memilih Mamdani, memperingatkan bahwa pilihannya akan menjadi bencana bagi kota yang digambarkan media konservatif sebagai sarang kejahatan—meski kenyataannya New York termasuk kota besar paling aman di AS.

Setelah masa jabatan pertamanya, Trump bahkan meninggalkan Manhattan dan menjadi warga negara bagian Florida.

Seorang reporter kemudian bertanya apakah Trump mempertimbangkan kembali tinggal di kota kelahirannya jika Mamdani memimpinnya.

“Ya, saya akan,” jawab Trump, “terutama setelah pertemuan ini.”

Kedekatan mereka terlihat jelas sejak awal saat berbicara di depan pers. Setelah pertemuan empat mata, Mamdani berdiri di sisi kanan Trump dengan tangan terlipat, sementara sang presiden duduk di balik Resolute Desk. Bahasa tubuh keduanya tampak santai—terutama Trump.

Tidak hanya menahan diri untuk tidak menyerang Mamdani, Trump bahkan beberapa kali memujinya.

Sang presiden menyatakan harapannya bahwa Mamdani akan menjadi “wali kota yang benar-benar hebat.”

Kemudian ia menambahkan bahwa ia “yakin Mamdani bisa menjalankan tugas dengan sangat baik.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X