Inilah jenis layanan yang terasa personal: bukan hanya transaksi yang diurus, tetapi juga hubungan sosial yang dirawat.
Dari Usaha Sendiri Jadi Sumber Penghidupan
Upaya Wenny yang konsisten akhirnya membuahkan dampak berlapis.
Agen yang dulu ia jalankan seorang diri kini berkembang pesat dan bahkan membuka cabang tambahan.
Baca Juga: UMKM Siap Naik Kelas! BRI Ungkap Jurus Digitalisasi dan Inovasi Produksi di PRABU Expo 2025
Usaha barunya itu menjadi lebih istimewa karen juga melibatkan warga sekitar sebagai karyawan.
Di desa, keberadaan satu usaha baru bisa berarti satu keluarga terbantu.
Di titik inilah inovasi keuangan berubah menjadi penggerak ekonomi lokal.
Ketika Akses Keuangan Merata, Desa Tidak Lagi Tertinggal
Kisah Wenny adalah gambaran kecil dari misi besar BRI dalam memperluas inklusi keuangan.
Dengan banyaknya AgenBRILink hingga ke desa-desa, akses layanan perbankan bukan lagi kemewahan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, “Hingga akhir September 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri.”
Volume transaksi yang mencapai Rp1.293,5 triliun membuktikan bahwa keberadaan agen bukan hanya memudahkan, tapi menggerakkan ekonomi Indonesia dari akar rumput.***
Artikel Terkait
BRI Resmi Luncurkan Logo dan Tema HUT Ke-130, Wujudkan Semangat 'Satu Bank Untuk Semua' Demi Indonesia yang Inklusif
Laba BRI Tembus Rp41,2 Triliun, Komitmen Perkuat UMKM dan Program Ekonomi Rakyat Terus Ditingkatkan
Dari Dapur Rumah ke Pasar Nasional: BRI Bantu Usaha Kue Kering 'Bakulis' Naik Kelas dan Sejahterakan Warga Sekitar
BRI Dukung FLOII Expo 2025 untuk Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia Menuju Pasar Global
BRI Tingkatkan Kapasitas UMKM Indonesia, LinkUMKM Jadi Wadah Digital untuk Perluas Pasar dan Manajemen Usaha