Dalam dunia yang semakin jauh dari akar, prosesi jumeneng Pakoe Boewono XIV mengingatkan kita bahwa tradisi bukan sekadar seremoni.
Ia adalah jembatan antara masa lalu yang luhur dan masa depan yang bermartabat.
Kasunanan Surakarta bukan hanya simbol kerajaan, tapi juga cermin budaya yang menegaskan: selama adat dijaga, bangsa ini takkan kehilangan arah.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada sang raja muda agar di tangannya, Karaton kembali bersinar, menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan, seperti yang selalu diajarkan oleh para leluhur tanah Jawa.***
Artikel Terkait
Solo Berduka! Sri Susuhunan Pakubuwana (PB) XIII Hangabehi Wafat di Usia 77 Tahun, Berikut Profil Perjalanannya
BRI Dukung FLOII Expo 2025 untuk Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia Menuju Pasar Global
SBY Pujikan Haji Mochamad Thohir Sebagai Teladan Kepemimpinan dalam Haul ke-9 di Masjid At-Thohir Depok
Langkah Visioner Prabowo: Modernisasi Alutsista untuk Misi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Hutan
Langkah Humanis Prabowo, Siapkan Pesawat A400M untuk Misi Evakuasi Medis dan Solidaritas Dunia bagi Gaza