Korupsi yang Bukan Kali Ini Saja
Dalam keterangannya, Budi menyebut bahwa kasus ini bukan peristiwa tunggal.
KPK menduga sudah ada penyerahan uang sebelumnya, menandakan bahwa praktik ini bukan insiden sesaat, melainkan pola.
“Kegiatan tangkap tangan ini bagian dari penyerahan sebelumnya. Jadi, sebelum OTT ini diduga sudah ada penyerahan-penyerahan lainnya,” kata Budi.
Baca Juga: Bridgewater Ingatkan Investor Tentang Risiko Tersembunyi dalam Reli AI
Dan begitulah, lingkaran korupsi kembali memutar dari proyek ke proyek, dari tangan ke tangan, dari satu periode ke periode berikutnya.
Seolah jabatan hanyalah alat tukar, bukan amanah yang harus dijaga.
Dikejar di Kafe, Ditangkap oleh Fakta
Drama OTT ini sempat diwarnai pengejaran.
Tim KPK disebut harus mencari keberadaan Abdul Wahid sebelum akhirnya berhasil mengamankannya di sebuah kafe di Riau.
Tempat yang seharusnya menjadi ruang santai, berubah jadi titik akhir sebuah permainan lama.
Mungkin ironi, tapi di negeri ini, korupsi sering berakhir bukan di meja pengadilan dulu tapi di meja kafe, di tengah keheningan yang sudah terlalu sering kita dengar.
Ketika Publik Sudah Terbiasa Terkejut
Kabar kepala daerah ditangkap KPK sudah terlalu sering muncul di layar ponsel.
Artikel Terkait
Langkah Visioner Prabowo: Modernisasi Alutsista untuk Misi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Hutan
Langkah Humanis Prabowo, Siapkan Pesawat A400M untuk Misi Evakuasi Medis dan Solidaritas Dunia bagi Gaza
Info Warga Indonesia Timur! Jadwal & Harga Tiket Kapal Pelni KM Dorolonda Periode November 2025
Menkeu Purbaya: IKN Tidak Akan Jadi Kota Hantu
Wow! Katy Perry dan Justine Trudeau Resmi Berpacaran: Cinta Antara California Girl dan Politisi Pesakitan Kanada