“Bayangkan uang sebesar itu bisa digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat,” ungkap Maman di Jembrana, Bali, pada November 2024 lalu.
Menurut Maman, aliran dana yang begitu besar ke situs judol menjadi penyebab utama melemahnya modal usaha hingga daya beli masyarakat.
Menteri UMKM menilai, uang yang seharusnya berputar di pasar lokal justru menguap ke aktivitas ilegal yang tidak memberi dampak ekonomi nyata.
“Ini bukan hanya masalah kriminal, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Maman.
Tekanan yang Tak Kunjung Reda
UMKM selama ini dianggap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Kendati demikian, kini mereka menghadapi tekanan dari berbagai arah
Hal tersebut, mulai dari minimarket raksasa, serbuan produk impor, hingga menurunnya daya beli akibat judi online.
Kondisi ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan terukur untuk menciptakan perlindungan di tengah arus pasar dan faktor lainnya yang kian membelit UMKM di Tanah Air.***
Artikel Terkait
Tanggapi Pernyataan Presiden Prabowo, Bonnie Triyana Ragukan Efektivitas Pengajaran Bahasa Portugis di Sekolah
Kisah Irnaeni AgenBRILink dari Jayapura yang Membuka Akses Keuangan bagi Petani dan Perempuan Papua
Siapa Tahu Isi Kontrak Proyek Kereta Cepat Whoosh? Mahfud MD Ungkap Publik Masih Gelap soal Utang ke China
Sejarah Tercipta! Timor Leste Resmi Jadi Anggota Penuh ASEAN
Dua Tersangka Pencuri Permata Senilai 1,6 Triliun Rupiah di Museum Louvre Paris Akhirnya Tertangkap