“Saat ditemukan korban masih menggunakan pakaiannya sesuai laporan. Ditemukan sudah tidak bernyawa. Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” kata Wawan.
Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi jatuhnya di jembatan, lalu dibawa menuju rumah duka di Dusun Cambaya, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa menggunakan ambulans.
Evakuasi Sempat Bikin Jalan Macet
Proses evakuasi korban pada malam hari mengundang perhatian warga sekitar. Banyak pengendara yang berhenti untuk menyaksikan jalannya pencarian dan pengangkatan jasad korban.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas di jalur poros Kabupaten Gowa-Kabupaten Takalar mengalami kemacetan total selama beberapa jam.
Setelah jasad berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, operasi pencarian resmi ditutup oleh Basarnas Makassar.
Dugaan Kecelakaan Tunggal
Dari hasil penyelidikan awal, pihak berwenang menyimpulkan bahwa kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan tunggal.
“Informasinya, korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan temannya melihat korban jatuh dari motornya dari Jembatan Kembar,” tutur Wawan.
“Dari awal diterima laporan, kami telah melakukan pencarian baik dengan penyelam, hingga menyisir beberapa titik dan pakai drone,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Info Jadwal & Tarif Kapal KM Dharma Kartika 7 Rute Semarang – Pontianak PP Per 11-24 Oktober 2025, Catat Tanggal Keberangkatannya!
Cek Disini! Jadwal & Tarif Kapal KM Dharma Ferry 2 Rute Semarang – Ketapang PP Per 13-28 Oktober 2025, Catat Tanggal Keberangkatannya!
Menkeu Purbaya Belum Beri Persetujuan, Angkat Bicara Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Pakai Dana APBN
Firnando Ganinduto Tekankan Pentingnya Pengawasan Lapangan BUMN Agar Tuntaskan Tanggung Jawab Ekologis dan Sosial Reklamasi Tambang
Imbas Ambruknya Pesantren Al Khoziny, Kementerian PUPR Audit 80 Ponpes Tertua di Indonesia