Ketua Umum IICD sekaligus Ketua Umum Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) Rudiantara menyampaikan bahwa praktik governansi yang baik dapat menjadi penopang utama bagi ketahanan perusahaan.
Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Adrian Zuercher, CFA, selaku Co-Head Global Asset Allocation & Investment Management APAC dari UBS, serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sinergi regulator, pelaku usaha, dan investor.
Adapun, penerapan prinsip GCG ini diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan aspirasi perusahaan untuk menjadi kelompok perbankan yang adaptif, berdaya saing, dan inklusif di kawasan regional.***
Artikel Terkait
Optimalisasi E-Channel Jadi Fondasi Bank Besar, BRI Buktikan Dominasi Transaksi Digital Mendekati Angka Sempurna
BRI Resmi Buka Regional Treasury Team Medan untuk Memberi Respons Cepat kepada Kebutuhan Nasabah
BRI Buktikan Keseriusan Prinsip Sustainability dengan Meraih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index 2025
Kesempatan Emas Posisi Frontliners dan BriLian Internship Program di BRI Cabang Ngawi
BRI Kokohkan Inklusi Keuangan Nasional Lewat Jaringan 1 Juta AgenBRILink, Sukses Catat Volume Transaksi Lebih dari Rp1.145 Triliun!