Kalau impor terus dibiarkan dengan bea masuk 0%, industri kita bisa habis.
Saya meminta aturan dibuat lebih tegas. Impor hanya boleh masuk kalau produksi lokal sudah terserap.
Negara-negara maju menjaga industrinya, kenapa kita justru membiarkan industri kita lemah?
Sebagian orang menilai langkah itu terlalu proteksionis. Anda tidak khawatir dianggap anti-pasar bebas?
Saya bukan anti pasar bebas, tapi saya percaya pada proteksi pintar. Negara harus melindungi sektor-sektor strategis.
Kalau industri dasar kita mati, kedaulatan ekonomi juga mati.
Semua negara maju memiliki industri baja, semen, dan manufaktur yang kuat.
Tanpa itu, kita hanya akan jadi pasar bagi mereka.
Pemerintah telah membentuk Satgas lintas lembaga untuk memberantas impor ilegal. Apakah langkah itu sudah efektif?
Masih jauh dari cukup. Satgas ini memang melibatkan sebelas kementerian dan lembaga, tapi praktik penyelundupan masih seperti “jerawat”, diberantas di satu titik, muncul di titik lain.
Indonesia ini negara kepulauan, jadi pengawasan harus jauh lebih ketat.
Kami mendorong Satgas ini terus bekerja di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian dan Presiden, karena ini menyangkut kedaulatan ekonomi.
Bagaimana Anda melihat arah ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo ke depan?
Artikel Terkait
Peringatan Keras dari Bangka Belitung: Presiden Prabowo Menyaksikan Penyitaan Smelter Ilegal dan Janjikan Hukum Ditegakkan Mati-matian
Baru Sebulan Menjabat, Menteri Purbaya Ungkap Rasanya Sudah Setahun dan Penuh Tantangan
Resmi Diluncurkan! Inilah 16 Lokasi Sekolah Garuda, Program Prabowo untuk Pemerataan Pendidikan Unggul Anak 3T
Ancaman Bom 45 Menit di Sekolah Internasional! Polisi Duga Pelaku Teror Minta Tebusan Rp497 Juta Berasal dari Nigeria
Dari Bibit Endemik ke Pemberdayaan Masyarakat, MIND ID Jalankan Program Komprehensif ESG Demi Masa Depan Pertambangan Berkelanjutan