“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, kerugian negara total 300 triliun rupiah. Kerugian negara sudah berjalan 300 triliun rupiah. Ini kita hentikan,” tegasnya.
Presiden juga memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, TNI, Bakamla, dan Bea Cukai yang telah bertindak cepat dalam mengamankan aset negara.
“Saya ucapkan terima kasih kepada aparat: Panglima TNI, Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, semua pihak yang telah bergerak dengan cepat sehingga bisa diselamatkan aset-aset ini. Ke depan, berarti ratusan triliun itu bisa kita selamatkan untuk rakyat kita,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk pelanggaran hukum di sektor sumber daya alam tanpa kompromi.
“Jadi, ini suatu bukti bahwa pemerintah serius, sudah bertekad untuk membasmi penyelundupan, membasmi illegal mining, membasmi semua yang melanggar hukum. Kita tegakkan, dan kita tidak pandang siapa-siapa di sini,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Insiden Sidoarjo Masuk Hari Ke-7, BNPB Laporkan 37 Korban Tewas; Tim SAR Berjuang di Tengah Puing dan Temuan Mobil Mewah Hitam
Informasi Jadwal Samsat Keliling Area Garut Bulan Oktober 2025, Catat Tanggalnya!
Informasi Jadwal Lokasi Samsat Keliling Area Pemalang Bulan Oktober 2025
Stop Salah Paham! Inilah Alasan Utama MIND ID Membentuk Satgas Timah untuk Perbaiki Tata Niaga Timah Indonesia
Bukan Hanya Modal! BRI Peduli Fokus Tingkatkan Keterampilan Usaha Purna Pekerja Migran Indonesia Lewat Program Pemberdayaan di Lombok