Terulang Lagi! Ratusan Siswa SD Kota Soe Keracunan MBG Usai Santap Soto Ayam

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:24 WIB
Suasana RSUD Soe tangani siswa SD keracunan MBG (Pos Kupang)
Suasana RSUD Soe tangani siswa SD keracunan MBG (Pos Kupang)

KLIK SAJA - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dilarikan ke RSUD Soe pada Jumat (3/10/2025) setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini sontak membuat suasana di kota tersebut panik.

Peristiwa ini seolah memberikan kesan hampir setiap hari selalu ada laporan kasus keracunan MBG di berbagai tempat,walau jumlahnya tidak signifikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan lemas tak lama setelah menyantap menu MBG di sekolah masing-masing.

Orang tua dan warga pun berbondong-bondong mendatangi RSUD Soe sekitar pukul 13.30 Wita untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Para korban diketahui berasal dari SD GMIT Soe 2, SD Advent, dan SDI Oenasi.

“Data pastinya masih kami kumpulkan, tetapi jumlah korban sudah lebih dari 100 orang. Polres TTS ikut membantu agar para korban mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat,” ujar Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, Sabtu (4/10/2025).

Menurut Hendra, para siswa mulai merasakan gejala pusing dan mual sekitar pukul 13.30 Wita, beberapa jam setelah makan siang.

Sebagian korban kini masih dirawat di RSUD Soe, sementara beberapa lainnya telah dipulangkan karena kondisinya membaik. “Sebagian sudah dipulangkan oleh tim medis karena kondisi mereka mulai stabil,” katanya.

Namun, karena jumlah pasien terus bertambah, Polres TTS bersama tenaga medis mendirikan tenda darurat di lapangan Puskesmas Soe untuk menampung siswa yang belum bisa ditangani di rumah sakit.

Baca Juga: Natalius Pigai: Kasus Keracunan MBG Tidak Melanggar HAM

“Kami berkoordinasi dengan dokter di RSUD Soe, dan mereka meminta kami membangun tenda darurat. Di sana, tim medis Polri disiagakan untuk membantu penanganan,” jelas Hendra.

Ia juga menuturkan, jatah makanan MBG di tiga sekolah tersebut dikelola oleh SPPG Kota Soe 1 dari Yayasan Peduli Timorana Mandiri, yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Kota Soe. “Menu makan siang hari itu adalah sop dan soto ayam,” tambahnya.

Dari video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah siswa mendapat perawatan darurat, beberapa di antaranya dipasangi infus.

Karena jumlah pasien membludak, pihak RSUD Soe menambah tempat tidur portable (velbed) dan membuka beberapa area darurat, termasuk teras IGD dan gazebo depan rumah sakit.

Direktur RSUD Soe, Erwin Leo, membenarkan bahwa lonjakan pasien membuat rumah sakit kewalahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X