AHY: Pembangunan Giant Sea Wall dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Libatkan Tiongkok

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 8 September 2025 | 09:36 WIB
AHY saat berikan keterangan pers tentang kerjasama Tiongkok (berbagai sumber)
AHY saat berikan keterangan pers tentang kerjasama Tiongkok (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berujar  bahwa Indonesia akan meningkatkan kerja sama di bidang infrastruktur dengan Tiongkok.

Komitmen ini menjadi salah satu hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Menurut AHY, beberapa proyek strategis sudah disepakati, termasuk pembangunan Giant Sea Wall serta pengembangan jalur Kereta Cepat Jakarta–Surabaya.

“Kerja sama pembangunan infrastruktur ke depan, di antaranya proyek Giant Sea Wall dan pengembangan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Ia menekankan, kedua proyek besar tersebut membutuhkan pengawalan lintas kementerian karena menjadi bagian dari agenda utama pembangunan infrastruktur strategis nasional.

“Karena keterbatasan waktu, pembahasan belum bisa dilakukan secara detail. Namun saya pastikan akan ada rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait agar langkah yang diambil lebih terukur,” jelas AHY.

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa kerja sama infrastruktur dengan Tiongkok tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola investasi infrastruktur berskala besar.

Pengalaman kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung menjadi pelajaran berharga.

Proyek yang semula diharapkan dapat menjadi ikon modernisasi transportasi justru menimbulkan kerugian besar bagi KCIC dan KAI, karena pendapatan tiket tidak mampu menutup tingginya biaya operasional.

Perihal ini diutarakan oleh pihak KAI kepada DPR beberapa waktu lalu, yang sudah tak sanggup menanggung beban operasional kereta cepat Whoosh.

Hal serupa juga terlihat pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hingga kini masih menghadapi banyak kendala dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Walau pemerintah menyatakan bahwa proyek IKN masih berjalan, namun hingga kini cukup jarang pemberitaan yang menerangkan pelaksanaannya berjalan progresif.

Malah justru terkesan berjalan lamban dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X