Di tengah meningkatnya bencana alam yang semakin sering terjadi, AIG di bawah Zaffino justru mampu menekan risiko.
Kini perusahaan dianggap salah satu yang paling stabil dalam industri, dengan hasil keuangan yang lebih dapat diprediksi.
“Dengan memperkuat praktik underwriting, AIG berhasil menyeimbangkan risiko dengan keuntungan,” tulis TIME. Inilah titik balik yang membuat AIG kembali dipercaya di pasar global.
3. Lakukan Transformasi Digital
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan membantu underwriter memperoleh data lebih lengkap dalam waktu singkat.
Dengan begitu, AIG disebut bisa mengambil keputusan lebih cepat, efisien, dan tetap akurat.
Transformasi digital juga memberi dampak pada karyawan.
Beberapa posisi administratif menjadi lebih sederhana, namun Zaffino memastikan karyawan diberi pelatihan ulang agar siap menghadapi perubahan.
Meski berhasil memperbaiki kondisi internal, Zaffino tetap waspada pada risiko eksternal.
Dari ketidakpastian geopolitik hingga serangan siber, semua menjadi perhatian serius agar AIG tidak kembali terjebak pada krisis.
Investor kini melihat AIG dengan kacamata berbeda.
Baca Juga: Puan Hanya Terdiam Saat Ditanya Mengapa DPR Tak Berani Temui Demonstran
Perusahaan yang dulu sempat goyah, kini dianggap punya prospek cerah berkat strategi baru yang fokus pada efisiensi, stabilitas, dan teknologi.
Bagi Zaffino, kunci kepemimpinan adalah visi yang jelas, keberanian mengambil keputusan sulit, serta membangun tim yang solid.
Artikel Terkait
Ngeri! Mobil Rantis Brimob Lindas Dua Pengemudi Ojol di Benhil Saat Aksi Demonstrasi, Satu Tewas
Perkuat Sektor Hilir, Danantara Indonesia Resmi Berkolaborasi dengan GEM dalam Proyek Peleburan Nikel HPAL
Berita Baik untuk Petani Gula! ID Food Terima Dana Rp1,5 Triliun dari Danantara untuk Penyerapan Gula Lokal
Dorong Ekonomi Hijau, BRI Perkuat Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan untuk UMKM dan Sektor Ramah Lingkungan
IFG Tanamkan Nilai AKHLAK Lewat Proyek Sosial, Hadirkan Empat Program Unggulan di Malang