Dorong Ekonomi Hijau, BRI Perkuat Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan untuk UMKM dan Sektor Ramah Lingkungan

photo author
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 18:05 WIB
Dorong Ekonomi Hijau, BRI Perkuat Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan untuk UMKM dan Sektor Ramah Lingkungan
Dorong Ekonomi Hijau, BRI Perkuat Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan untuk UMKM dan Sektor Ramah Lingkungan

Portofolio ini terdiri oleh social loan yang mencapai Rp715,5 triliun, pembiayaan hijau atau green loan sebesar Rp86,9 triliun, serta investasi pada ESG-based corporate bonds senilai Rp5,4 triliun.

Dengan demikian, BRI tidak hanya menciptakan nilai ekonomi dan memberikan dampak finansial kepada nasabah, namun juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia terutama pada Goals No. 8 – Decent Work and Economic Growth dan Goals No. 11 – Sustainable Cities & Communities melalui integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi pembiayaan dan model bisnis Perseroan.

Selain penyaluran kredit dan melakukan investasi, BRI juga menerbitkan instrument pendanaan seperti Sustainability Bond, Green Bond, Social Bond, dan instrument pendanaan lainnya yang berbasis sustainability.

Kemudian hingga triwulan kedua tahun 2025, portofolio sustainable funding BRI mencapai 65,65% dari total seluruh wholesale funding yang berhasil dikumpulkan.

Baca Juga: BRI Buktikan Komitmen, Salurkan Rp1.137 Triliun Kredit untuk UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Dalam menerbitkan obligasi berbasis keberlanjutan, BRI mengikuti standar yang berlaku, termasuk POJK No. 60 tahun 2017 (yang diperbarui dengan POJK No. 18 tahun 2023) dan pedoman internasional dari International Capital Market Association (ICMA).

Baca Juga: Perkuat Layanan Digital, BRI Kolaborasi dengan INDODAX Luncurkan Kartu Debit Co-Branding untuk Pengguna Aset Kripto

BRI juga sangat memperhatikan dampak dari penyaluran dana yang diperoleh melalui penerbitan instrumen pendanaan berbasis keberlanjutan.

Dana dari obligasi hijau dan obligasi sosial ini disalurkan ke berbagai sektor berkelanjutan.

Contohnya, untuk Energi Terbarukan melalui pembiayaan pembangkit listrik tenaga air, Pemanfaatan Lahan Berkelanjutan lewat pembiayaan ke sektor kelapa sawit bersertifikasi, serta Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X