PWI Ciayumajakuning Protes Keras Pengusiran Wartawan dari Kantor Milik Pemkab Indramayu!

photo author
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 03:36 WIB
PWI Ciayumajakuning Protes Keras Pengusiran Wartawan dari Kantor Milik Pemkab Indramayu! (Istimewa)
PWI Ciayumajakuning Protes Keras Pengusiran Wartawan dari Kantor Milik Pemkab Indramayu! (Istimewa)

KLIK SAJA - Sejumlah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) melayangkan kecaman keras terhadap tindakan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Pemkab Indramayu secara resmi mengeluarkan surat pengusiran terhadap organisasi wartawan dari gedung milik Pemkab yang telah lama mereka tempati.

PWI menilai tindakan ini bukan hanya tidak etis dan arogan, tetapi juga merupakan sinyal buruk bagi kebebasan pers di Indramayu.

Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menegaskan bahwa langkah Pemkab Indramayu ini sangat mencederai prinsip kemerdekaan pers dan demokrasi di Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Sambut Baik Jaringan Pemimpin Redaksi Promedia, Ajak Perkuat Peran Media dalam Meningkatkan Kualitas Informasi Masyarakat!

Menurut Pai Supardi, yang juga merupakan wartawan Rakyat Cirebon grup Radar Cirebon, kehadiran wartawan selama ini tidak pernah menjadi beban atau ancaman bagi pemerintah.

Sebaliknya, wartawan adalah mitra strategis yang berperan penting dalam menyampaikan informasi pembangunan, mengawasi jalannya pemerintahan, dan memberikan kritik yang membangun.

"Ini bukan sekadar soal gedung. Ini soal cara pemerintah melihat pers. Kalau wartawan diperlakukan seperti ini, maka bisa dibaca sebagai upaya membungkam suara kritis publik," tegas Pai, menyoroti implikasi lebih luas dari tindakan pengusiran tersebut terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Hal senada diungkapkan ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah. Ia menegaskan, pengusiran wartawan dari gedung itu menjadi preseden buruk bagi Pemkab Indramayu.

Jika pemda setempat merasa terganggu dan terusik oleh fungsi dan kontrol pers, ini indikasi kemunduran dalam demokrasi.

"Kalau ini dibiarkan, nanti semua pemerintah daerah yang merasa dikritik bisa main usir begitu saja. Padahal keberadaan organisasi wartawan itu sah dan fungsional untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Baca Juga: BRI Pimpin Sektor Keuangan Berkelanjutan: Catatkan Portofolio Sustainable Finance Terbesar di Indonesia, Tembus Rp796 Triliun Berkat Komitmen Kuat ESG

Senada dengan yang lainnya, Ketua PWI Kota Cirebon, Muhamad Alif Santosa, mengecam keras pengusiran tersebut dan menyayangkan sikap sewenang wenang Pemkab Indramayu kepada para wartawan.

"Setiap keputusan publik harus berbasis musyawarah. Ini tidak bisa serta-merta main surat pengusiran. Mana penghargaan terhadap profesi wartawan? Harusnya dibangun dialog untuk mencari solusi bersama," ujar Alif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X