Termasuk segenap civitas akademika dari Universitas Mahendradatta dan Bali sendiri yang merupakan salah satu nadi utama dari denyut pariwisata nasional.
“Ini adalah visi yang tentu saja harus kita lakukan bersama, bukan parsial, ini adalah sebuah transformasi yang membutuhkan dukungan dari semua pihak tidak terkecuali dan utamanya juga tentu dari teman-teman dunia akademis,” tuturnya.
Pariwisata berkualitas adalah kunci dalam meningkatkan kinerja sektor kepariwisataan melalui peningkatan mutu layanan, keberlanjutan, pemberdayaan SDM, dan penciptaan pengalaman wisata yang berdampak positif bagi semua pihak seperti wisatawan, pelaku industri, masyarakat lokal, dan lingkungan.
Dalam prosesnya dibutuhkan kolaborasi multi-stakeholder untuk mewujudkan pariwisata berkualitas di Indonesia termasuk Bali.
“Saya percaya, masa depan pariwisata Bali tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak wisatawan yang datang, tetapi oleh seberapa besar kebaikan yang pariwisata hadirkan bagi masyarakatnya, bagi budayanya, dan bagi bumi yang kita pinjam dari generasi mendatang,” kata Ni Luh Puspa.
“Generasi muda, para mahasiswa, calon pemimpin masa depan, jadilah pelopor perubahan. Jadilah penjaga nilai, innovator gagasan, dan penggerak kolaborasi karena Bali yang berkualitas hanya bisa lahir dari insan-insan yang juga berkualitas,” jelasnya.***
Artikel Terkait
Resmi! 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Kehilangan Izinnya, Menteri Lingkungan Hidup Indikasikan Adanya Kejahatan Lingkungan
Viral! Remaja M yang Hendak Bunuh Diri Akibat Kendala Biaya Sekolah Kini Jadi Tanggungan Dedi Mulyadi untuk Melanjutkan Pendidikan
Cek Disini! Jadwal dan Mekanisme Pencairan BSU 2025
Prihatin! Penyanyi Cilik Farel Prayoga Jenguk Ayahnya di Mapolresta Banyuwangi, Tersandung Kasus Judi Online
Air India Plane Crashes Into Medical School in Ahmedabad, Killing 260 People