KLIK SAJA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Taspen, Antonius Nicholas, diduga telah membeli sejumlah unit apartemen menggunakan uang hasil dugaan korupsi investasi fiktif.
Sebelumnya, Antonius didakwa telah merugikan negara sebesar Rp1 triliun dalam kasus korupsi tersebut.
Dalam sidang dakwaan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025, jaksa mengungkapkan rincian mengenai apartemen-apartemen yang diduga dibeli Antonius.
Jaksa menyebutkan bahwa ada 11 unit apartemen yang diduga berasal dari dana korupsi investasi fiktif tersebut.
Salah satu pembelian yang diungkap adalah empat unit apartemen di Project The Smith, Kota Tangerang, dengan nilai total Rp10,7 miliar.
Ini baru sebagian dari daftar properti yang dicurigai dibeli dengan uang haram tersebut.
2 unit apartemen Springwood, Kota Tangerang, seharga Rp 5 miliar,
4 unit Sky House Alam Sutera, Kota Tangerang, senilai Rp 5,07 miliar
1 unit Apartemen Belleza Permata Hijau Tower Versailles, Jaksel, seharga Rp 2 miliar
Kemudian, jaksa mengatakan Antonius juga menggunakan uang korupsi itu untuk membeli 3 bidang tanah, nilainya mencapai Rp4 miliar.
Baca Juga: KPAI Geruduk DPR: Masih Belum Terima Program Pembinaan Anak Nakal di Barak Militer ala Dedi Mulyadi
"Berikutnya pembelian 3 bidang tanah di Jelupang, Tangerang Selatan, Banten. Total harga ketiga bidang tanah itu sebesar Rp 4 miliar," kata jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Selasa, 27 Mei 2025.
Jaksa menambahkan, Antonius menyimpan uang hasil investasi fiktif itu di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat.
Artikel Terkait
Kabar Baik! PLN Beri Diskon Listrik 50% Juni-Juli 2025: Cek Syaratnya Sekarang!
Dukungan Penuh untuk Prabowo! Presiden IPA Yakin Indonesia Melesat Maju dengan Inovasi Energi dan Teknologi CCS
Buat Pencari Kerja Jogja! Ikutilah Campus Job Fair Yogyakarta 2025 Pada 3-4 Juni, Catat Disini Info Lengkapnya
Syahrini Raih Penghargaan di Cannes 2025, Simak Apa yang Melatarbelakanginya
Prabowo Subianto Hadiri KTT ASEAN ke-46 di Malaysia: Perkuat Kerja Sama Inklusif dan Berkelanjutan di Tengah Tantangan Global